Selasa 12 Mei 2020, 06:37 WIB

Pabrik Pengekspor Nanas Sumbang APD ke Lampung

Eva Pardiana | Nusantara
Pabrik Pengekspor Nanas Sumbang APD ke Lampung

MI/Eva Pardiana
PT Great Giant Pineapple menyerahkan donasi 131.000 alat pelindung diri kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung

 

PERUSAHAAN pengekspor nanas terbesar di dunia yang berbasis di Lampung, PT Great Giant Pineapple (GGP) menyerahkan donasi 131.000 alat pelindung diri (APD) dengan nilai Rp2,7 miliar kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung. Bantuan diserahkan langsung oleh Managing Director of Production GGF Lampung Wayan Ardana dan Senior Manager Legal & CR Hendri Tanujaya kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Posko Gugus Tugas, Balai Keratun Pemprov Lampung, Senin (11/5).

Bantuan APD yang diimpor dari Tiongkok tersebut terdiri dari berbagai tipe, yaitu 500 APD spundbond, 500 APD microfiber, 8.000 med stril pro suite, 8.000 med stril pro shoe, 4.000 med goggle, 100.000 dis cvl mask, dan 10.000 KN95.

"Kita tahu APD saat ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis, namun ketersediaannya cukup langka, seperti hazmat dan masker KN95. Sebagai perusahaan dengan skala besar kami mengimpor 131.000 tersebut dari Tiongkok," ujar Managing Director Wayan.

Wayan mengatakan PT GGP fokus dalam upaya penanggulangan covid-19, tidak hanya memperketat protokol pencegahan di lingkungan perusahaan, tapi juga di masyarakat. Total anggaran yang dikeluarkan perusahaan mencapai Rp7 miliar.

PT GGP telah membentuk emergency rescue team (ERT) dengan wilayah tugas Jakarta dan Lampung untuk memantau penyebaran dan mengevaluasi penanggulangan covid-19. Disediakan pula 34 kamar yang difungsikan sebagai ruang isolasi para ODP di Kabupaten Lampung Tengah.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengapreasiasi kontribusi PT GGP dan perusahaan lainnya di Lampung dalam menganggulangi covid-19. Menurutnya keterlibatan pihak swasta sangat diperlukan mengingat anggaran pemerintah daerah yang terbatas.

"Peralatan ini saat ini sangat dibutuhkan oleh para tenaga medis yang sedang berjuang. Ini akan kami manfaatkan di rumah-rumah sakit yang memang sangat potensial menerima pasien positif atau pasien yang sedang dalam pengawasan," paparnya.

baca juga: Polres Pamekasan akan Tindak PMI yang Langgar Isolasi Mandiri

Arinal berharap GGP fokus pada pengendalian seluruh karyawannya sesuai dengan protokol kesehatan. 

"Ini perusahaan kelas dunia yang harus dijaga, jangan sampai berhenti, ekonomi harus jalan, tenaga kerjanya harus diawasi supaya tetap optimal. Mudah-mudahan pandemi ini tidak terlalu lama dan segera berakhir," harapnya. (OL-3)

Baca Juga

Dok MI

Tiga Warga Pidie Tewas Tenggelam di Pantai Wisata Aceh Barat

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Jumat 29 Mei 2020, 10:45 WIB
Mereka bersama banyak wisatawan lokal lain tidak begitu peduli dengan kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang sedang melanda sejak...
MI/AKHMAD SAFUAN

Rapid Test Massal di Berbagai Daerah di Jateng Semakin Masif

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 29 Mei 2020, 10:28 WIB
Hasil pemeriksaan massal yang dilangsungkan di berbagai daerah tersebut puluhan warga diketahui terpapar...
MI/Martinus Solo

Universitas Muhammadiyah Sorong Berlakukan Kuliah Daring

👤Martinus Solo 🕔Jumat 29 Mei 2020, 10:26 WIB
"Saat ini, mahasiswa tetap ada kuliah daring dengan mengunakan media online seperti WA dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya