Selasa 12 Mei 2020, 06:05 WIB

Perantau Masuk Ke Jawa Tengah Terus Bertambah Lewat Jalur Tikus

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Perantau Masuk Ke Jawa Tengah Terus Bertambah Lewat Jalur Tikus

MI/Ramdani
Jumlah pemudik yang masuk ke Jawa Tengah sejak larangan mudik dikeluarkan pemerintah, justru terus bertambah.

 

LARANGAN  mudik secara total membuat usaha di bidang layanan antar kota antar provinsi menghentikan seluruh layanannya. Kondisi ini justru dimanfaatkan oleh usaha angkutan plat hitam. Sebagai gambaran data dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, total orang yang datang ke Jawa Tengah sejak 26 Maret 2020 hingga 9 Mei 2020 sebanyak 824.833 orang. Dari 26 Maret 2020 hingga 24 April 2020 saat mudik resmi dilarang jumlah perantau yang datang di Jawa Tengah sebanyak 676.178 orang.

Meskipun stasiun kereta, bandara tidak dan sebagian terminal penumpang menutup operasinya, ternyata pertambahan perantau yang pulang kampung ke Jawa Tengah masih terus berlangsung sebesar 148.685 orang.

"Angkutan pelat hitam merajalela beroperasi memenuhi mobilitas orang antar kota antar provinsi yang cukup tinggi," kata pengamat transportasi Djoko Setijowarno, Selasa (12/5).

Pandemi korona telah meluluhlantakkan ekonomi sejak Maret lalu. Banyak warga perantau yang sebagian besar adalah warga Jawa Tengah memilih pulang ke kampung halamannya.

"Wajar saja, para perantau yang berasal dari Jawa Tengah itu memilih pulang kampung. Pasalnya, persediaan logistik dan finansial untuk memperpanjang hidup sudah mulai menipis. Sudah tidak mampu membayar sewa kontrakan tempat tinggal. Sementara sumber mata pencaharian di Jabodetabek sedang sepi," tutur Djoko.

Rata-rata perantau ini adalah pekerja informal dengan pendapatan harian, seperti pedagang kaki lima, porter stasiun kereta, pengusaha warung makan, pengemudi taksi, pengemudi bajaj, driver ojek, penjual nasi goreng, penjual bubur ayam, penjaja starling (star buck keliling).

Pemudik yang datang ke Jawa Tengah menggunakan moda transportasi umum bus, KA, pesawat udara, dan kapal cenderung menurun drastis sejak penatapan larangan mudik, serta penghentian operasional moda pesawat, kereta dan kapal laut.

baca juga: Operasi Ketupat 2020, Polri Putar Balik 95 Travel Bandel

Rombongan perantau warga Jateng yang berhasil menembus ketatnya pengawasan Kepolisian karena larangan mudik dari Jabodetabak diperkirakan menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor atau kendaran sewa berpelat hitam.

"Kemungkinan besar melewati jalur tidak resmi istilahnya jalur tikus yang tidak terjaga aparat hukum," tukas Djoko.(OL-3)
 

Baca Juga

Istimewa

KNPI Banyak Temukan Penyimpangan Bansos di Kabupaten Bogor

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:55 WIB
PROGRAM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang baru beberapa bulan berjalan di Kabupaten Bogor, ditemukan indikasi pemotongan. Termasuk...
MI/Ramdani

Pemprov DKI Gencarkan Rapid Test di 58 Kelurahan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:23 WIB
Dari 58 kelurahan terpilih, sebanyak 143.091 orang telah menjalani rapid test, dengan 5.682 orang dinyatakan reaktif...
Ilustrasi

Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Turun, yang Sembuh Bertambah

👤Kautsar Bobi 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:22 WIB
Penambahan pasien positif terjangkit virus korona (covid-19) di DKI Jakarta cenderung menurun. Per Senin, 1 Juni 2020, terdapat penambahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya