Selasa 12 Mei 2020, 05:55 WIB

Dampak PSBB Makin Nyata

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Dampak PSBB Makin Nyata

Gugus Tugas Covid-19/Worldometera/Tim Riset MI-NRC
Daeah yang Menerapkan PSBB

 

KENDATI belum maksimal, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terbukti memberikan dampak positif yang makin nyata untuk menekan penularan virus covid-19. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan daerah-daerah yang menerapkan PSBB mengalami perkembangan yang cukup bagus.

Pernyataan itu diungkapkan Doni seusai rapat terbatas percepatan penanganan pandemi covid-19 melalui video conference yang dipimpin Presiden Joko Widodo, kemarin. Dia memberikan contoh DKI Jakarta yang pada awal April lalu menyumbang 50% kasus secara nasional, pada awal Mei setelah menerapkan PSBB, kontribusinya turun menjadi 39%.

Doni pun meminta daerah-daerah lain yang mengalami peningkatan kasus positif segera mengajukan PSBB kepada Menteri Kesehatan. “Kita harap daerah yang berinisiatif. Dengan begitu, mereka bisa mempersiapkan diri, melakukan koordinasi dengan jauh lebih baik,” ujarnya.

Langkah tersebut, imbuh Doni, harus dilakukan supaya tidak terjadi pengalihan kasus dari yang semula menumpuk di satu daerah menuju daerah lain yang belum mencatat banyak kasus.

Dia mengakui memang ada tren peningkatan kasus positif covid-19 dan peningkatan terbesar terjadi pada Sabtu (9/5) yang mencapai 533 pasien baru. Namun, menurutnya, hal itu karena pemerintah melakukan tes massal dalam jumlah yang kian besar setiap hari.

“Konfirmasi positif meningkat karena kemampuan kita untuk mengetes juga semakin besar. Kalau tiap hari angka pengetesan banyak, sangat mungkin konfirmasi positif banyak,” terang Doni.

Kendati demikian, Doni mencatat penderita yang dirawat di rumah sakit terus mengalami penurunan sehingga tidak ada lagi fasilitas kesehatan yang kewalahan. Di RS Fatmawati Jakarta, misalnya, dari 80 tempat tidur yang disediakan, hanya terisi 22. Di RS Angkatan Laut Mintoharjo juga hanya diisi 18 pasien dari kapasitas tampung 58. ‘’Ini menunjukkan pasien sembuh semakin banyak dan semakin sedikit pasien yang mengalami gejala berat dan butuh perawatan intensif.’’

Saat memimpin rapat terbatas, Presiden kembali meminta agar kecepatan dan kapasitas pengujian spesimen covid-19 dengan metode PCR terus ditingkatkan. Berdasarkan laporan, kemampuan pengujian saat ini berada pada kisaran 4.000-5.000 sampel per hari. “Ini masih jauh dari target yang saya berikan, yaitu 10.000 spesimen per hari,” ujarnya.

Sebanyak 104 laboratorium di seluruh Indonesia sebenarnya telah disiapkan untuk bisa menampung dan memeriksa hingga 10 ribu spesimen per hari. Namun, pada kenyataannya, baru 53 laboratorium yang dimanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan.

Perbaiki koordinasi

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta pemerintah memperbaiki koordinasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menghilangkan hambatan birokrasi dalam setiap kebijakan penanganan covid-19. Menurutnya, hambatan koordinasi
makin tampak.

“Upaya untuk memperbaikinya harus dimulai dari pimpinan negara. Daerah sampai pimpinan kementerian dan lembaga harus punya leadership yang kuat dan efektif menerapkan koordinasi,’’ kata Rerie, sapaan Lestari.

Kegagapan pemerintah pada awal wabah covid-19 masuk ke Indonesia, imbuh legislator Partai NasDem itu, seharusnya menjadi pelajaran bersama di pemerintahan. Di tengah ketidakpastian dampak pandemi covid-19, tidak ada waktu lagi bagi pemerintah dan rakyat untuk berdebat soal makna dari sebuah kata.

Karena itu, tidak boleh ada lagi pemimpin yang mengeluarkan pernyataan multitafsir dan menimbulkan kegaduhan. Rerie juga mendorong agar pemerintah segera melakukan tes yang masif dalam jumlah yang memadai sehingga penanganan covid-19 bisa lebih efektif. (X-8)

Baca Juga

Ilustrasi

Komnas HAM: Perpres Terorisme Tak Boleh Lampaui UU

👤Faustinus Nua 🕔Senin 25 Mei 2020, 19:33 WIB
"Perpres-kan turunan dari UU. Isinya tidak boleh melampaui UU yang memerintahkan adanya Perpres itu. Pelibatan militer harus dalam...
Antara/Andreas Fitri Atmoko

Langgar Aturan Asimilasi, 135 Napi Kembali Masuk Bui

👤Insi Nantika jelita 🕔Senin 25 Mei 2020, 18:28 WIB
"Total ada 135 narapidana asimilasi yang tertangkap kembali setelah mendapatkan kebijakan Kemenkumham akibat adanya...
Akun Facebook Ananda Naris

Soal Bendera Tiongkok Berkibar di Maluku Utara: False Context

👤Henri Siagian 🕔Senin 25 Mei 2020, 16:31 WIB
False context adalah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya