Selasa 12 Mei 2020, 03:10 WIB

Vietnam kembali Buka Sekolah Seusai Pelonggaran Pembatasan

Vietnam kembali Buka Sekolah Seusai Pelonggaran Pembatasan

AFP

 

VIETNAM kembali membuka sekolah-sekolah setelah ada pelonggaran pembatasan. Pihak berwenang di taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Vietnam mengukur suhu murid-murid di gerbang ketika sekolah kembali dibuka kemarin setelah ditutup selama sebulan akibat pandemi virus korona baru (covid-19).

Sebelumnya, pemerintah Vietnam telah membuka kembali kegiatan sekolah secara parsial mulai minggu lalu. Dengan hanya melaporkan 288 kasus infeksi dan tidak ada kematian, negara Asia Tenggara itu tidak melaporkan infeksi komunitas selama hampir sebulan. Kondisi itu membuat Vietnam dapat melanjutkan kegiatan lebih cepat daripada kebanyakan negara lain di wilayah tersebut.

“Para guru memberi tahu kami untuk menggunakan pembersih tangan dan tidak saling menyentuh di sekolah,” kata seorang siswa kelas 5, Vu Tuan Phong, di luar sekolah dasar di Hanoi.

Dia dan teman-teman sekolahnya pulang pada tengah hari, karena sebagian besar sekolah menjalankan kegiatan yang lebih singkat daripada sebelum pandemi. “Orangtua, termasuk saya sendiri, percaya bahwa pemerintah serta sekolah akan mengambil langkah-langkah optimal sehingga anak-anak aman di sekolah dan orangtua tenang dalam bekerja,” kata seorang ibu di Hanoi, Ngoc Anh, 29.

Pembukaan kembali sekolah merupakan langkah terbaru Vietnam dalam mengangkat pembatasan, meskipun penerbangan komersial internasional dan klub dansa, serta bar karaoke tetap dilarang.

Sementara itu, PM Inggris Boris Johnson telah meluncurkan rencana kondisional untuk melonggarkan beberapa tindakan lockdown, yang memungkinkan orang-orang di Inggrs menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah mulai Rabu (13/5).

Namun, sebagian besar langkah-langkah pembatasan yang diberlakukan tujuh pekan lalu akan tetap berlaku sampai 1 Juni. Johnson juga menegaskan denda pelanggaran lockdown akan meningkat.

“Ini bukan saatnya benar-benar untuk mengakhiri lockdown minggu ini,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan televisi, Minggu (10/5). “Lebih baik kita mengambil langkah hati-hati pertama untuk memodifi kasi regulasi kita.” (Malaymail/BBC/Al Jazeera/Hym/I-1)
 

Baca Juga

AFP/Jim Watson

Amankan Tiket Nominasi Demokrat untuk Melawan Trump

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 21:49 WIB
Biden melewati ambang batas, Jumat malam, setelah tujuh negara bagian dan Distrik Columbia mengadakan pemilihan primer awal pekan...
AFP

Angka Kematian Covid-19 Iran Lampaui 8.200

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 20:44 WIB
Jahanpour mengatakan 130.300 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit sejauh ini. Sementara 2.578 pasien masih dalam kondisi...
AFP/Giusepp Cacace

G20 Janjikan Lebih dari 21 Miliar Dolar AS untuk Perangi Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 18:35 WIB
G20 menjelaskan, dana jumbo tersebut akan diarahkan pada diagnostik, vaksin, terapi, serta penelitian dan pengembangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya