Senin 11 Mei 2020, 21:36 WIB

Yurianto: Proses Pemulangan WNI tidak Dipersulit Tapi Dilindungi

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Yurianto: Proses Pemulangan WNI tidak Dipersulit Tapi Dilindungi

Dok BNPB
juru bicara pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto

 

PEMERINTAH secara ketat telah menetapkan protokol kesehatan dan pengamanan kepada WNI yang masuk ke tanah air, bukan berarti menghambat tapi untuk perlindungan.

"Karena itu kami mohon untuk bisa dipahami bahwa proses kembali mereka ke tanah air bukan kita hambat bukan kita persulit tetapi semata-mata kita maksimal bisa memberikan perlindungan kepada semuanya," kata juru bicara pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan Virtual Senin, (11/5).

Pihaknya meminta pengertian keluarga yang di tanah air agar saling memahamk prosedur dalam rangka menjalankan protokol kesehatan untuk WNI yang baru pulang dari luar.

Selain itu, transmisi lokal atau penularan lokal saat ini juga menjadi perhatian bersama sehingga kebijakan-kebijakan pemerintah untuk diantaranya mengunakan masker di manapun, menjadi penting karena bukan saja melindungi orang yang rentan agar tidak tertular tetapi juga melindungi orang yang sakit agar tidak menularkan ke orang lain.

"Baik melalui droplet langsung maupun melalui percikkan droplet yang mencemari di daerah atau benda-benda di sekitarnya yang akan berpotensi untuk menjadi sarana penularan," sebutnya.

Pihaknya mengharuskan masyarakat semua menggunakan masker dan mengharuskan untuk rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, dengan air yang mengalir apabila dilakukan bersama-sama maka sebenarnya mampu meminimalisasi dan memutus mata rantai penularan.

"Lebih penting lagi bukan hanya menggunakan masker tetapi menghindari untuk bertemu, untuk kontak dekat dengan siapa yang kita tidak mengenalnya dengan siapapun yang berada diluar kita," paparnya.

Oleh karena itu, menjaga jarak menjadi sesuatu yang penting secara mendasar sekarang, sebab tidak bisa lagi meyakini bahwa keberadaan seseorang di lingkungan yang aman, dan memastikan bertemu dengan orang-orang yang sehat.

Baca juga : Puan Maharani: Hati-Hati Longgarkan PSBB

"Tidak keluar rumah tetap berada di rumah dan semuanya dikerjakan dari rumah sehingga tetap bisa produktif di rumah adalah menjadi pilihan yang terbaik tidak keluar rumah kecuali untuk hal yang terpaksa harus keluar," terangnya.

Dia menegaskan tidak melakukan perjalanan ke manapun, termasuk tidak mudik karena tidak ada yang bisa memberikan jaminan bahwa sepanjang perjalanan berada dalam posisi aman, dan tidak tertular oleh penyakit ini.

"Kita tidak mungkin pada suatu saat terpaksa atau meyakini tidak akan pernah ketemu orang lain, tidak pernah terpaksa dalam kontak yang dekat atau kita menggunakan fasilitas sarana yang kita tidak tahu siapa yang menggunakan sebelumnya. Misalnya pada saat kita berada di rest area kalau melakukan perjalanan menggunakan jalan tol berada di toilet umum, berada di tempat-tempat umum di rumah makan dan sebagainya," pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara

Bertemu Jokowi, JK Bahas Soal PSBB DKI Jakarta

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:05 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo membahas pembatasan sosial...
Ilustrasi

New Normal, Perlu Perhatian Khusus untuk Perempuan

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:59 WIB
Komnas Perempuan mendorong integrasi berperspektif Hak Asasi Manusia (HAM) yang inklusif dan interseksional, dengan perhatian khusus...
Dok Universitas Indonesia.

Hadapi New Normal, UI Menjadi Mitra Kemenhub

👤Retno Hemawati 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:29 WIB
Ada kecenderungan perubahan kebijakan publik yang dilakukan pemerintah dari kebijakan yang berfokus pada pencegahan dan penularan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya