Senin 11 Mei 2020, 20:06 WIB

Tiongkok Balas Keputusan AS Terkait Visa Wartawan

Antara | Internasional
Tiongkok Balas Keputusan AS Terkait Visa Wartawan

Antara
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian.

 

PEMERINTAH Tiongkok pada Senin (11/5) memperingatkan bahwa pihaknya akan membuat kebijakan balasan guna menanggapi keputusan Pemerintah Amerika Serikat yang memperketat pemberian visa bagi wartawan Tiongkok. Beijing juga  mendesak Washington segera "mengoreksi kesalahannya".

Otoritas di AS pada pekan lalu mengeluarkan aturan baru yang membatasi masa berlaku visa bagi wartawan Tiongkok menjadi 90 hari. Beleid yang berlaku pada hari ini (11/5) dibuat dengan mencantumkan aturan perpanjangan.

Umumnya, visa semacam itu tidak dibatasi jangka waktu tertentu sehingga tidak perlu diperpanjang, kecuali pihak pekerja pindah ke perusahaan atau bidang berbeda.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, di hadapan wartawan saat sesi jumpa pers harian di Beijing, mengatakan Tiongkok menyesalkan keputusan AS. Zhao menyebut langkah itu sebagai tekanan bagi media Tiongkok. "Kami menentang keras dan kecewa terhadap kebijakan itu. Kami meminta AS segera mengoreksi kesalahannya, atau China tidak punya pilihan lain selain membuat kebijakan balasan," kata Zhao.

AS dan Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir terlibat dalam aksi saling balas mengenai aturan terkait izin bekerja wartawan.

Tiongkok pada Maret mengusir beberapa wartawan berkebangsaan AS dari tiga koran yang berpusat di Amerika Serikat. Satu bulan sebelumnya, AS memperlakukan lima media milik Pemerintah Tiongkok dengan aturan yang mirip untuk kantor perwakilan/kedutaan asing.

Tidak hanya itu, Tiongkok juga sempat mengusir tiga wartawan Wall Street Journal, dua di antaranya merupakan warga AS dan satu lainnya warga Australia. Tiga wartawan itu diusir setelah Wall Street Journal menyiarkan kolom berisi opini yang menyebut Tiongkok "laki-laki sakit di Asia".

Saat mengumumkan peraturan baru pada Jumat (8/5), Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyebut Tiongkok melakukan "tekanan terhadap jurnalisme yang independen".

"Untuk jangka waktu tertentu, AS terjebak pada mentalitas perang dingin dan bias ideologis, dan (AS) terus meningkatkan tekanan terhadap media Tiongkok," kata Zhao menanggapi aturan baru AS.

"Sekarang mereka menggunakan visa untuk membuat aturan pembatasan yang diskriminatif, (sehingga) mengganggu media Tiongkok membuat laporan secara normal di AS, (ini) sangat mengganggu hubungan orang-ke-orang antarnegara," ujar dia. (OL-12)

Baca Juga

AFP

Saham-Saham Wall Street Menguat Terutama Sektor Energi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:11 WIB
Sektor energi menanjak 3,5 persen pada perdagangan...
DOK MI

Rusia Klaim Sputnik V Manjur Hadapi Covid-19

👤WIdhoroso 🕔Selasa 24 November 2020, 22:26 WIB
Rusia merupakan satu dari beberapa negara yang berusaha menciptakan vaksin untuk Covid-19. Rusia adalah salah satu yang pertama mengumumkan...
AFP

India Catat 38 Ribu Kasus Baru Korona

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 24 November 2020, 22:00 WIB
Peningkatan terbaru tersebut, kata kementerian kesehatan, membuat jumlah total kasus menjadi 9,18 juta. India memiliki jumlah kasus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya