Senin 11 Mei 2020, 16:35 WIB

Ketua DPR minta Pemerintah Hati-hati Lakukan Pelonggaran PSBB

Rifaldi Putra Irianto | Humaniora
Ketua DPR minta Pemerintah Hati-hati Lakukan Pelonggaran PSBB

Antara Foto/Hafidz Mubarak A;
Alat Pemindai deteksi suhu tubuh bagi penderita covid-19 yang dijalankan dengan drone

 

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani, mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil langkah untuk melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Puan menyebutkan, pelonggaran kebijakan PSBB harus diikuti dan berpatokan dengan data perkembangan kasus covid-19 di setiap daerah di Indonesia dengan mengedepankan prinsi keberhatian.

"Sama seperti ketika Pemerintah menerapkan prinsip keberhatian sebelum memutuskan sebuah daerah diizinkan menjalankan PSBB, maka prinsip yang sama perlu diterapkan sebelum memutuskan untuk melonggarkan PSBB di sebuah daerah," ucap Puan dalam keterangn resmi yang diterima, Jakarta, Senin, (11/5).

Dikatakanya, salah satu yang penting diperhatikan sebelum pemerintah mengambil kebijakan pelonggaran PSBB yakni angka terkait perkembangan pasien positif covid-19 yang masih fluktuatif.

Selain itu yang juga penting, yakni terkait kapasitas harian tes PCR masih belum mencapai target yang ditetapkan Presiden, yaitu masih 5.000 spesimen per hari atau masih separuh dari target 10.000 spesimen per hari.

"Sangat penting agar keputusan untuk dilakukan atau tidaknya relaksasi terhadap PSBB dibuat atau didasarkan pada data yang lengkap, yang dianalisa secara cermat. Sebab kita tidak ingin terjadi peningkatan tingkat kasus infeksi baru. Karena itu, Pemerintah perlu melakukan simulasi relaksasi untuk melihat dampak yang ditimbulkan," ucapnya.

Puan juga menyebutkan, saat ini pemerintah bukan harus memilih antara kepentingan ekonomi atau kepentingan kesehatan, seharusnya pemerintah mencari cara bagaimana kedua kepentingan tersebut tetap dapat berjalan dengan seimbang dan bergerak meski ditengah pandemi covid-19.

Ia berpesan, apapun kebijakan yang nantinya akan diambil Pemerintah yang paling penting yakni harus disosialisasikan ke masyarakat secara utuh disertai pelaksanaan yang terkoordinasi.

"Sehingga tidak akan muncul kebingungan-kebingungan di masyarakat. Selain itu perlu adanya kedisiplinan, solidaritas, empati dan konsisten dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan penyelesaian pandemi ini merupakan tugas bersama dan butuh gotong royong bersama untuk menyelesaikannya," tukasnya. (OL-4)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Masyarakat Punya Andil Besar Putus Rantai Penyebaran Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 25 Mei 2020, 22:15 WIB
“Masyarakat sangat memegang peran penting dan menjadi kunci keberhasilan dari upaya memutus penyebaran Covid-19 di Tanah...
Antara

Pemerintah Terbitkan Aturan New Normal untuk Perusahaan

👤Rudy Polycarpus 🕔Senin 25 Mei 2020, 22:04 WIB
Pemerintah menyebut dalam situasi pandemi korona, roda perekonomian harus tetap berjalan dengan mengedepankan langkah...
Ilustrasi

Tagar #BersiapMenujuNewNormal Warnai Jagat Maya Malam ini

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Mei 2020, 21:53 WIB
Tanda pagar #BersiapMenujuNewNormal pun mulai mengudara dijagat maya malam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya