Senin 11 Mei 2020, 15:04 WIB

Pengamat Dukung Pembatasan Penumpang KRL

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pengamat Dukung Pembatasan Penumpang KRL

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah calon penumpang menunggu Kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat

 

PENGAMAT transportasi Doko Setijowarno mendukung usulan Pemda Bodetabek yang ingin agar penumpang KRL dibatasi.

Djoko menyebut langkah itu bisa menjadi salah satu langkah konkrit untuk menyaring orang yang bermobilitas menggunakan KRL. Dengan demikian, penumpang KRL adalah orang-orang yang memang membutuhkan KRL untuk kebutuhan-kebutuhan penting seperti bekerja, berpergian untuk berobat maupun untuk kebutuhan sehari-hari.

"Iya memang pembatasan itu menjadi salah satu langkah yang positif. Sehingga orang yang memang nggak punya kebutuhan penting, hanya sekadar mau jalan-jalan, mau mengunjungi saudara itu jadi tidak boleh naik KRL," kata Djoko kepada Media Indonesia, Senin (11/5).

Djoko menegaskan ketentuan itu bisa dilakukan di seluruh jam operasional terutama jam-jam sibuk. Sebab, dalam keadaan KRL yang cukup lengang saat ini, banyak juga yang memanfaatkan momen itu untuk bepergian menggunakan KRL dengan alasan jenuh di rumah.

"Saringannya harus ketat baik di jam sibuk maupun jam reguler. Tapi terutama sekali di jam reguler. Karena tidak menutup kemungkinan ada warga iseng, karena bosan di rumah lalu dia ingin jalan-jalan keluar," paparnya.

Menurutnya, kebijakan ini juga harus benar-benar dijalankan oleh swasta maupun pengusaha. Para pengusaha harus benar-benar menyaring para pekerjanya sehingga surat tugas yang diperlukan pun dikeluarkan dengan tepat.

"Perusahaan bisa menjadikan ini kesempatan untuk betul-betul menyaring mana karyawan yang memang benar-benar dibutuhkan. Karena dari jumlah surat tugas itu nantinya akan ketahuan berapa jumlah karyawan yang masih beraktivitas di kantor sementara ada kewajiban menerapkan physical distancing," tandasnya.

Sebelumnya, dalam rakor yang dilakukan oleh Pemda Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), sejumlah kepala daerah menghendaki adanya pembatasan penumpang KRL untuk mengurangi mobilitas warga.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan pihaknya akan menerbitkan aturan yang mewajibkan para pekerja yang harus menggunakan KRL memiliki surat tugas dari perusahaan.(OL-4)

Baca Juga

MI/RAMDANI

TKD PNS DKI Jakarta Dipangkas 50%

👤Cindy Ang 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 06:16 WIB
Namun, aturan ini dikecualikan untuk mereka yang terlibat langsung dalam penanganan...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Permohonan SIKM Naik 17 Ribu, DKI: Banyak Warga Salah Paham

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:29 WIB
Benni menuturkan pihaknya masih menemukan banyak permohonan SIKM yang diajukan di luar ketentuan yang sudah ditetapkan dalam peraturan yang...
ANTARA/Wahyu Putro A

Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa di Jakart

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 03:55 WIB
Daerah yang patut diwaspadai terjadi hujan disertai petir/kilat dan angin kencang itu yakni Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kepulauan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya