Senin 11 Mei 2020, 06:25 WIB

Kampung Tangguh Cerminkan Spirit Warga

BN/X-10 | Humaniora
Kampung Tangguh Cerminkan Spirit Warga

Ist/Medcom.id
Ilustrasi -- Petugas melakukan rapid test terhadap ratusan pelanggar PSBB di Surabaya Raya, Jawa TImur.

 

SATUAN Tugas Covid-19 Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, mengembangkan inovasi kampung tangguh level rukun warga (RW), mulai kondisi aman sampai bila terjadi kekacauan.

Kampung tangguh ini semula input data kriterianya manual, lalu dikembangkan berbasis aplikasi atau daring. Dengan demikian, ketika penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), bahkan lockdown sekalipun, masyarakat sudah siap.

“Partisipasi warga sangat tinggi. Mereka terlibat aktif sampai menentukan sendiri bahan pangan yang diperlukan selama PSBB dan lockdown,” ujar dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang Mochammad Syamsul Hadi, kemarin.

Syamsul mengaku sudah menerapkan inovasi tersebut dan mencoba skenario lockdown di Kampung Cempluk, Kalisongo, Kabupaten Malang.

Menurut dia, spirit kampung tangguh ini memperkuat masyarakat di tingkat RW agar benar-benar tangguh dalam hal logistik, sumber daya
manusia, informasi, keamanan, dan kesehatan. Intinya, kesiapan masyarakat diperlukan sesuai standard operating procedure (SOP). ‘’Kesiapan itu agar masyarakat bisa bertindak mandiri sesuai SOP, mulai distribusi bantuan pangan, penanganan warga yang sakit, dan pemakaman jenazah,’’ ujarnya.

Sejauh ini, penerapan inovasi kampung tangguh sudah berjalan di sekitar UB Forest. UB Forest merupakan hutan pendidikan seluas 554 hektare di kawasan lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Dusun Sumbersari, Desa Tawang Argo, Karangploso, Kabupaten Malang.

“Inovasi lumbung pangan dan kampung tangguh, kita instal 62 desa dan kelurahan di Malang Raya,” imbuhnya.

Selain Universitas Brawijaya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Kabupaten Malang, Jawa Timur, juga mendirikan kampung hebat dan kampung gotong royong tanggap pandemi covid-19.

Salah satu misi kampung itu, agar warga menanam tanaman pangan di lahan rumah masing-masing dan lahan milik warga yang mampu. Saat ini, area tanam mencapai 1.000 hektare. Hasil panennya untuk mengisi lumbung desa.

“Kampung hebat itu berbasis kelurahan dan kampung gotong royong berbasis desa,” tegas Ketua Satgas Gugus Tugas Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Muhammad Mihron Zubaidi, kemarin.

Ia menjelaskan kampung hebat dan kampung gotong royong di Dusun Sumber Gong, Desa Kedok, dan Kelurahan Sedayu itu memperkuat ketahanan iman, ketahanan keamanan, ketahanan imun, dan ketahanan pangan.

Masyarakat setempat sudah menerapkan kearifan lokal di desa mereka guna memperkuat ketahanan desa dan kelurahan sejak sebelum pandemi covid-19. Kini, warga memperkuat keamanan dengan menerapkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

“Pintu masuk perumahan diberi portal, warga turut menjaga keamanan lingkungan lengkap dengan akses ke polisi,” ujarnya. (BN/X-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Didik Suhartono

KLHK Gagalkan Penjualan Daring Cucak Hijau di Samarinda

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:46 WIB
Kasus ini bisa terungkap berawal dari laporan warga mengenai adanya perdagangan cucak hijau yang diunggah di media sosial Facebook.167...
Thinkstock

Kemenag Kota Tasikmalaya Sosialisasikan Pembatalan Haji

👤Kristiadi 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:30 WIB
Calhaj yang melunasi biaya ibadah tahun ini dipastikannya akan berangkat 2021. Mereka juga akan mendapat nilai manfaat dari biaya pelunasan...
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19/Tim Riset MI-NRC

Daerah kembali Bawa Kabar Baik

👤Ata/Fer/Ins/X-10 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:22 WIB
Enam provinsi dilaporkan tidak mengalami penambahan kasus covid-19. Keenamnya ialah Aceh, Bengkulu, Riau, Sulawesi Barat, Gorontalo, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya