Senin 11 Mei 2020, 06:45 WIB

Kajian Awal Dibutuhkan

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Kajian Awal Dibutuhkan

Dok. MI
Susiwijono, Sekretaris Kemenko Pereko­nomian

 

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) diketahui menyiapkan kajian tahapan pembukaan aktivitas bisnis dan kegiatan masyarakat terkait dengan fase pemulihan ekonomi nasional dalam masa pandemi covid-19 (virus korona).

Dalam kajian itu, disebutkan timeline (jadwal) pelaksa­naan fase-fase pemulihan ekonomi. Fase 1 disebutkan di­mulai pada 1 Juni mendatang (lihat grafis).

Sekretaris Kemenko Pereko­nomian Susiwijono mengungkapkan bahan presentasi tentang pemulihan ekonomi nasional yang beredar merupakan kajian awal dan belum benar-benar disahkan.

“Bahwa yang beredar di masyarakat tersebut merupakan kajian awal Kemenko Per­ekonomian, yang selama ini secara intens melakukan kajian dan kebijakan pemerintah menjelang, selama, dan pascapandemi covid-19,” ungkapnya, kemarin.

Karena masih berupa kajian awal, pihaknya masih akan membahas secara intens dengan kementerian dan lemba­ga terkait guna mematangkan kajian tersebut.

“Dalam waktu dekat Kemenko Perekonomian akan melakukan finalisasi atas kajian tersebut dan akan disampaikan kepada masyarakat,” pung­kasnya.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan pemerintah memang sudah seharusnya membuat perencanaan perihal pemulih­an ekonomi jika wabah korona ini berlalu.

“Menurut saya, pemerintah memang harus membuat rencana berupa skenario atau tahapan pemulihan ekonomi,” ujar Piter saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Meski begitu, Piter menggarisbawahi skenario tersebut harus berkaca pada asumsi perkembangan penanganan wabah covid-19.

Menurutnya, pemerintah bisa memulainya dengan mengikuti kurva penurunan penyebaran covid-19.
Selanjutnya, pada setiap tahapan dapat ditetapkan sektor ekonomi mana yang bisa dimulai untuk dilakukan pemulihan. Namun, dengan catatan tanpa mengganggu upaya penanggulangan wabah.

“Dalam setiap tahapan, ditetapkan sektor ekonomi mana yang bisa mengawali pemulihan ekonomi tanpa membahayakan penanggulangan wabah covid-19,” tandasnya.  

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat pemerintah harus beker­ja keras untuk menurunkan kur­va penyebaran covid-19 pada bulan ini apabila tahapan yang disampaikan dalam ka­jian itu akan dilaksanakan pada Juni mendatang.

“Salah satunya adalah karantina wilayah, setidaknya 2 minggu. Hal ini diperlukan guna mencegah adanya penambahan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) secara signifikan, setidaknya untuk 1 bulan ke depan,” ungkapnya.

Josua berharap pemerintah juga membuka perekonomian secara perlahan guna mewaspadai gelombang kedua virus korona.

“Apabila diimplementasikan secara efisien, dampak perekonomiannya cenderung terbatas hingga 1-2 kuartal saja sehingga perlambatan ekonomi tidak terjadi secara berkelanjutan,” tandasnya. (Hld/E-1)

Baca Juga

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Airlangga: Respon Pasar Positif Setelah 9 Sektor Ekonomi Dibuka

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:20 WIB
Respons positif dari pasar terlihat dari nilai tukar rupiah yang terus menguat dan indeks harga saham gabungan yang naik mendekati...
DOK KEMENTAN

New Normal, Harapan Baru Masyarakat Tani Pasca Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:07 WIB
Bagi rumah tangga produsen atau petani, kebijakan ini tentu disambut gempita lantaran ada asa baru produk-produk pertanian mereka bisa...
Istimewa

IPB Ingatkan Stok Pangan Nasional Mulai Menipis

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 09:36 WIB
Ketersediaan pangan khususnya beras nasional pada  Juni 2020 mulai menipis, yakni hanya 1,5 juta ton. Dan titik kritis terjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya