Senin 11 Mei 2020, 05:45 WIB

Ngabuburit dengan Menanam Pangan

DD/H-1 | Ramadan
Ngabuburit dengan Menanam Pangan

MI/DEDE SUSIANTI
Anggota gerakan Bogor Rise Against Corona (Borac) memberikan pupuk pada polybag yang berisi bibit tanaman di Jalan Sore, Bogor, Sabtu (9/5).

NGABUBURIT, salah satu tradisi Ramadan, tetap bisa dilakukan meskipun di masa pandemi virus korona (covid-19) dan di saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Yang penting ialah kreatif.

Itulah yang dilakukan Richard Nando, 29, Gema Sastra Nasution, 30, dan kawan-kawan. Mereka berkreasi dengan tim inti sedikitnya berjumlah 17 orang dalam gerakan Bogor Rise Against Corona (Borac).

Borac ialah sebuah gerakan muda-mudi kreatif dari beragam usia dan profesi di Kota Bogor. Di antaranya ada musikus, seniman, anak pehobi papan luncur atau skater, pembawa acara (MC), dan fotografer.

Mereka tidak mati gaya. Mereka tetap berkreasi, bertahan, bahkan peduli di masa pandemi saat ini.

Di Ramadan lalu, Gema yang skateboarder biasanya menghabiskan waktu sorenya, menjelang berbuka puasa, bermain dengan hobinya itu di Taman Sempur. Jika tidak, ia jadi fotografer keliling mencari objek foto menarik.

Kini, dengan gaya yang sama ‘bermasker’, jaga jarak, mereka bahu-membahu, berjibaku dengan tanah dan bibit. Mereka kompak melakukan gerakan menanam kembali dengan manfaatkan lahan tidur di sekitar Dalurung seluas 80 meter persegi dan 200 meter persegi di Jalan Sore, dekat Kampus Universitas Pakuan, Kota Bogor.

Singkat cerita, setelah menghabiskan waktu cukup lama untuk mengolah lahan, kini hasilnya sudah tampak. Bibitnya sudah mulai genit, sudah tumbuh dengan subur. Dalam tiga pekan hingga satu bulan ke depan, mereka diperkirakan sudah bisa menuai hasil.

Hasilnya nanti akan dibagikan. Saat ini, Borac sudah punya mitra, yang mereka sebut local hero, dari 22 wilayah kota/kabupaten. Nanti bibit akan disebar ke mereka agar mereka menanam kembali.

Menurut Gema, menanam kembali dapat dilakukan siapa pun dan di mana pun. Tidak perlu lahan yang harus besar karena bisa memanfaatkan lahan-lahan tidur, seperti yang dilakukannya saat ini.

Richard Nando, koordinator Borac yang juga pekerja kreatif media, menuturkan sebenarnya Borac hadir sejak tiga minggu lalu. Awalnya mereka hanya beberapa orang yang menggalang donasi peduli covid-19.

“Di awal kita fokus penggalangan dana untuk sembako dan APD. Kini Borac membuat gerakan ketahanan pangan dengan gerakan menanam kembali,” ungkapnya.

Dia menceritakan gerakan menanam kembali merupakan gerakan antisipasi bila ketersediaan pangan mulai langka. Permasalahan perut ialah masalah besar. “Kami juga khawatir kalau nanti ada uang, tapi tidak ada yang bisa dibeli. Untuk itu, mari kita mulai menanam kembali dan mulai mandiri,” imbuhnya. (DD/H-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Lebaran di Rumah, Selamatkan Umat

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 22 Mei 2020, 04:45 WIB
Merayakan Idul Fitri di rumah sesuai dengan prinsip ajaran Islam untuk menjauhi kemudaratan dan membangun kemaslahatan...
MI/Seno

Allah Lebih Dekat daripada Urat Nadi

👤Quraish Shihab 🕔Rabu 20 Mei 2020, 04:15 WIB
‘DAN sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya...
MI/Pius Erlangga

Bermuhasabah di Akhir Ramadan

👤Atikah Ismah Winahyu 🕔Rabu 20 Mei 2020, 03:55 WIB
TIDAK terasa kita telah memasuki akhir bulan Ramadan 1441 H yang penuh...

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Selasa, 26 Mei 2020 / Ramadan 1441 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More