Senin 11 Mei 2020, 04:45 WIB

Mensos Kawal Penyaluran Bantuan Sosial Tunai

DG/LD/N-2 | Nusantara
Mensos Kawal Penyaluran Bantuan Sosial Tunai

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Menteri Sosial Juliari P Batubara ( kiri) berbincang dengan warga saat meninjau penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di Kantor Pos Serang.

 

MENTERI Sosial Juliari P Batubara berkunjung ke kantor Pos Kota Cimahi, Jawa Barat, kemarin. Dia melihat langsung penyaluran bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp600 ribu untuk warga terdampak pandemi.

“Uangnya jangan dibelikan rokok. Itu untuk keluarga. Beli makan yang penting-penting,” ujarnya kepada sejumlah warga yang antre menunggu pencairan dana.

Kepada petugas di Kantor Pos, Juliari juga menyampaikan pesan dalam penyaluran bantuan sosial agar mengikuti protokol kesehatan. “Harus diatur supaya penyalurannya berjalan lancar dan tertib.”

Pada kesempatan itu, Mensos meminta pemerintah daerah memperhatikan akurasi data serta terus diperbarui untuk dimasukkan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Adanya pembaruan data, diharapkan target 9 juta keluarga penerima manfaat bisa tepat sasaran.”

Dari sejumlah daerah, kemarin, dilaporkan penyaluran bantuan masih belum tepat sasaran. Di Banyumas, Jawa Tengah, undangan bantuan sosial dari Kementerian Sosial itu diterima istri pejabat, perangkat pemerintah, ASN, serta warga yang tergolong mampu.

“Karena itu, kami tidak mendistribusikan undangan bantuan sosial tunai kepada mereka yang terdaftar. Di Kecamatan Ajibarang, misalnya, dari 2.778 daftar penerima, ada 170 undangan yang ditahan karena tidak pantas menerima,” kata Bupati Banyumas Achmad Husein.

Kondisi yang nyaris sama juga terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Belasan pengusaha di Kelurahan Niki-Niki, Kecamatan Kupang Tengah, terdaftar sebagai penerima bantuan sosial tunai. “Di antara mereka ada pengusaha kayu dan otobus,” ujar Lurah Niki-Niki Fety Nope.

Ia menuding kekeliruan itu terjadi karena pembagian bantuan tidak menggunakan data keluarga miskin yang dikeluarkan kelurahan. “Mereka menggunakan data dari dinas sosial.”

Di tengah kebutuhan terhadap bantuan sosial yang tinggi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomitmen menyumbangkan gaji dan pendapatan lain yang ia terima selama satu tahun. “Dana itu saya berikan untuk warga Jawa Tengah di perantauan yang tidak mudik.” (DG/LD/PO/AS/YP/AT/TJ/JI/LN/RF/YK/RS/DW/BB/YR/TB/MG/GB/N-2)

 

Baca Juga

dok pemprov jatim

Pasar dan Kampung Tangguh untuk Kenormalan Baru

👤RO/Micom 🕔Jumat 05 Juni 2020, 18:10 WIB
Jika nanti masuk pada new normal, maka kampung tangguh ini yang akan...
MI/Cikwan Suwandi

Bupati Cellica: Relokasi Warga Desa Cemarajaya Tertunda Covid-19

👤Cikwan Suwandi 🕔Jumat 05 Juni 2020, 18:00 WIB
DIHANTAM banjir rob selama dua hari, sebanyak 162 rumah di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang rusak ringan dan berat. Diantaranya...
MI/Anggoro

Mau Berwisata ke Pangandaran Siapkan Hasil Rapid Test

👤Adi Kristiadi 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:55 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Pangandaran kembali membuka seluruh destinasi wisata di wilayahnya mulai hari ini (Jumat,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya