Minggu 10 Mei 2020, 16:56 WIB

Psikologis yang Baik jadi Modal Kuat Hadapi Covid-19

Atalya Puspa | Humaniora
Psikologis yang Baik jadi Modal Kuat Hadapi Covid-19

Ilustrasi
Kondisi Psikologis pengaruhi seseorang bertahan dalam pandemi covid-19

 

PANDEMI covid-19 tidak hanya menyasar persoalan kesehatan (medis), akan tetapi juga masalah sosial, ekonomi, budaya dan juga aspek psikologis.

Ahli Psikologi Politik Hamdi Muluk mengatakan bahwa dalam kondisi tersebut, penataan aspek psikologi menjadi sangat penting dalam kaitan upaya untuk menurunkan angka penambahan kasus covid-19.

“Kondisi psikologis ini tentu juga akan mempengaruhi penanganan covid-19. Kalau seseorang tidak sejahtera secara psikologis, ini nanti usaha pelandaian ini terkendala karena perilaku tidak mendukung,” kata Hamdi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (10/5).

Secara umum, Hamdi juga mengatakan kondisi persoalan multi-dimensi itu sifatnya bahkan sudah menjadi Disruptif. Artinya membuat kondisi yang selama ini baku (normal) menjadi kearah “normalitas baru” (New Normal).

“Kondisi pandemi ini sekonyong-konyong membuat perubahan baru, orang bilang ini distruptif tiba-tiba sesuatu yang normal ini menjadi luluh lantak menjadi situasi tidak normal bahkan diramal menjadi normalitas baru,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hamdi juga menjelaskan bagaimana aspek psikologi penting dalam kaitannya melawan covid-19. Menurut Hamdi, kondisi psikologi berada pada dasar bagi seseorang dalam menghadapi goncangan yang ditimbulkan oleh covid-19.

Selama ini mungkin orang tidak memahami bahwa kesejahteraan itu tidak tidak hanya secara ekonomi, fisik tapi juga kesejahteraan psikologi atau phsycological well being. Secara umum memang tiga jenis kesejahteraan ini saling berkaitan.

Baca juga : 4 Orang Penderita Gangguan Jiwa Terjaring Razia

Dalam hal ini kondisi fisik yang prima dengan asupan gizi seimbang dapat berdampak kepada kondisi psikologis yang kuat juga. 

"Kalau ekonomi kita tidak sejahtera maka bagaimana kita bisa makan. Fisik jika tidak sejahtera, maka berimbas juga pada psikologi,” jelas Hamdi.

Hal tersebut berlaku juga sebaliknya, apabila seseorang mampu dalam segi ekonomi akan tetapi kondisi psikologis seseorang yang rapuh maka dapat memperlemah imunitas tubuh sehingga fisik menjadi rentan.

“Walaupun anda berkecukupan secara ekonomi, kalau batin resah terus, gelisah kalau anda ketakutan, anda menjadi stres, depresi, kondisi psikologi memburuk dan kondisi fisik memburuk dan nanti ujung-ujungnya dirawat dan ekonomi terpengaruh juga,” jelas Hamdi.

Oleh sebab itu penting bagi seseorang memiliki kesejahteraan psikologi yang bagus. Sebab sudah jelas dalam beberapa riset bahwa psychological well being mempengaruhi tingkat imunitas seseorang. 

“Imunitas ini kata kunci melawan pandemi. Jadi pandemi dampaknya tidak terlalu dahsyat kalau setiap orang (memiliki) imun, baik secara fisik dan psikologi. Oleh karena itu perlu ditata bagaimana setiap orang memiliki psychological well being,” pungkas Hamdi. (OL-2)

 

Baca Juga

Medcom.id

Sudah 63.029 Desa Terima BLT Dana Desa

👤Iam/X-7 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:10 WIB
Beberapa masalah terhambatnya penyaluran BLT dana desa, antara lain adanya kepala desa yang baru dilantik saat penyaluran BLT. Selain itu,...
MI/FERDINANDUS RABU

Mengunjungi Rumah-Rumah demi Minat Baca Anak

👤Ferdinandus Rabu/X-7 🕔Kamis 28 Mei 2020, 06:50 WIB
Upaya yang dilakukan dari rumah ke rumah itu bertujuan agar minat baca anak tetap terjaga di tengah pandemi covid-19 saat...
Antara

Tidak Ada Kasus Baru di 7 Provinsi

👤Ifa/Pra/X-10 🕔Kamis 28 Mei 2020, 06:35 WIB
Hingga kemarin, sebanyak 6.057 pasien covid-19 dinyatakan sembuh. Angka itu meningkat sebanyak 180 orang dari hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya