Minggu 10 Mei 2020, 05:20 WIB

Covid-19 Memicu Kebencian dan Xenofobia

AFP/Hym/Ykb/I-1 | Politik dan Hukum
Covid-19 Memicu Kebencian dan Xenofobia

MICHAEL TEWELDE / AFP
Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB.

 

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa pandemi virus korona baru (covid-19) memicu banyak hal negatif, salah satunya ialah kebencian antarindividu atau golongan.

“(Pandemi virus korona) picu tsunami kebencian, xenofobia, mengambing­hitamkan, dan keresahan,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan, Jumat (8/5).

Dalam sebuah pesan di Twitter, kepala PBB ini meminta orang-orang untuk berdiri melawan kebencian dan memulai upaya habis-habisan untuk mengakhiri ucapan kebencian secara global.
“Covid-19 tidak peduli siapa kita, di mana kita tinggal, atau apa yang kita yakini,” katanya.

Guterres juga mendesak para pemimpin politik untuk membantu membangun kohesi sosial di komunitas mereka sehingga tidak memicu kebencian antarsesama.

“Saya memohon hari ini untuk upaya habis-habisan mengakhiri pidato kebencian secara global,” ungkapnya.

“Saya meminta media, terutama perusahaan media sosial, berbuat lebih banyak untuk menandai dan menghapus rasial, miso­ginis, dan konten berbahaya lainnya,” tambahnya. “Saya meminta semua orang di mana saja untuk melawan kebencian.”

Salah satu contoh kebencian akibat pandemi ini ialah Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyebut virus korona dengan sebutan virus Wuhan atau virus Tiongkok. Trump bahkan menuduh virus tersebut lolos dari laboratorium virologi di Wuhan.

Polri turut memantau serta mendukung PBB dalam upaya mengakhiri apa yang disebut sebagai tsunami kebencian dan xenofobia yang dipicu pandemi covid-19, yang tengah terjadi di belahan dunia.

Menurut Kadiv Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Argo Yuwono, kepolisian akan terus mengawal masyarakat Indonesia agar tak terkena fenomena menyebar kebencian dan xenofobia karena korona.

“Kita harus memberikan motivasi yang positif kepada masyarakat. Salah satu contohnya dengan memberikan informasi teraktual di media sosial,” ucap Argo kepada Media Indonesia, kemarin.

Hingga kemarin, tercatat sudah ada 3.938.080 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut. AS, Spanyol, dan Italia menjadi negara dengan jumlah kasus positif terbanyak sejauh ini. (AFP/Hym/Ykb/I-1)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Inilah 25 Kabupaten/Kota yang Dijaga TNI-Polri Saat New Normal

👤Antara 🕔Selasa 26 Mei 2020, 21:32 WIB
Berikut adalah daftar provinsi, kabupaten dan kota yang akan dijaga 340 ribu pasukan...
Ilustras

KPU Harus Serius Sikapi Dugaan Peretasan Data Pemilih

👤Antara 🕔Selasa 26 Mei 2020, 20:24 WIB
Terjadi atau tidak terjadi peretasan, klaim tersebut tentunya tetap membuat kerugian bagi KPU sebagai penyelenggara...
Antara/Fakhri hermansyah

Cegah Penularan Covid-19, Polri Dirikan 116 Pos Penyekatan Mudik

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 26 Mei 2020, 18:36 WIB
“Kita persiapkan sekarang 116 pos pam (pengamanan) penyekatan untuk arus balik kita laksanakan secara maksimal,” tutur Kepala...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya