Minggu 10 Mei 2020, 01:15 WIB

Jazz dan Kesetiaan Indra Lesmana

MI | Weekend
Jazz dan Kesetiaan Indra Lesmana

Instagram @indralesmana
Indra Lesmana

PERTUNJUKAN daring di masa pandemi covid-19 ialah pilihan utama bagi hampir semua musisi.

Bukan saja yang punya pasar arus utama, genre dengan segmentasi terbatas seperti jazz pun juga ikut meramaikan. Tidak terkecuali, Indra Lesmana lewat Mostly Jazz Live Online-nya. Indra dan jazz serupa kekasih yang saling mencintai. Pada momen ‘new normal’ seperti ini pula, loyalitasnya diuji dan terlihat konsistensi Indra dalam menghadirkan jazz bagi kalangan yang lebih luas.

“Sejujurnya saya tidak terlalu memikirkan untuk menjaga konsistensi. Mungkin karena saya sangat mencintai dan sangat mensyukuri anugerah yang saya terima dari-Nya untuk menjadi musisi jazz. Konsistensi menjadi hal yang terjadi dengan sendirinya, dan tentunya dengan dukungan istri, keluarga, sahabatsahabat terdekat dan masyarakat,” ungkap Indra saat dihubungi Media Indonesia, Kamis, (7/5).

Bagi Indra, semangat jazz tak sekadar not-not pada musiknya, tapi juga berupa eksplorasi dari inovasi. Hal itu yang mendorongnya untuk selalu melakukan hal-hal baru. Mostly Jazz Live Online menjadi salah satu tengara bagaimana suatu pertunjukan musik daring dilakukan dengan lebih matang.

Pada edisi perdana yang berlangsung Sabtu (30/4) lalu, bertepatan dengan Hari Jazz Internasional, pertunjukan live yang antara lain ia lakukan bersama  Dewa Budjana disiarkan dan berjalan lancar.

Itu perihal penting sebab serentetan konser daring yang dilakukan para musisi kita saat ini, banyak yang menggunakan format prerecorded. Atau pun, ketika menggunakan format siaran langsung, koneksinya tersendat. Ini diakui pula oleh pengamat musik/Editor in Chief Billboard Indonesia, Adib Hidayat, yang sebelumnya juga menginisiasi pergelaran daring, Konser Nyanyi di Rumah.

Mostly Jazz sendiri bercikal bakal pada agenda rutin yang beberapa tahun silam dihelat Indra di Red White Jazz Lounge. Klub jazz di bilangan Kemang, Jakarta, yang menjadi salah satu landmark (tengara) kecintaan putra mediang Jack Lesmana itu terhadap jazz. Setelah Klub 45, Adib mengungkapkan, klub yang dibangun Indra itu menjadi tempat berinteraksi musisi jazz, dari kelas maestro hingga pemula, atau yang baru merintis karier.

“Setiap musisi rata-rata memiliki estafet. Yang konsisten di jazz di antaranya ada Indra, (Dewa) Budjana, dan juga Dwiki (Dharmawan). Seperti Dwiki atau Indra memang konsisten memiliki program-program jazz, baik album, lokakarya, dan masterclass. Mereka dianggap sebagai guru, baik oleh yang belajar secara langsung atau yang belajar secara ‘tidak resmi’ lewat mendengarkan album-album mereka dan menyimak live-nya,” papar Adib saat dihubungi, Rabu, (6/5).


Peluang pemasukan

Kini, Indra Lesmana masih harus merampungkan proyek Mostly Jazz Live Online-nya yang direncanakan berlangsung empat episode. Pertunjukan kedua berlangsung pada Jumat (8/5) bersama sang putri, Eva Celia, dan Tohpati.

Indra mengemukakan, keberadaan kanal streaming baik untuk berekspresi maupun pembelajaran sudah berjalan cukup lama. Namun, pandemi covid-19 membuat sub-streaming ditanggapi lebih serius oleh seniman dan penyelenggara acara.

“Saya yakin pola ini akan menjadi semakin besar dan akan menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari industri ekonomi kreatif. Saat ini saya melihat semakin banyak event creator mencoba membuat inovasi, memanfaatkan teknologi live stream sebagai media alternatif. Ini pastinya akan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan,” tuturnya.

Adib pun sepakat bahwa musisi lain juga perlu menanggapi metode konser daring dengan lebih realistis dan melihatnya sebagai salah satu cara mendapat pemasukan. “Kemarin-kemarin, musisi mungkin membuat konser lebih menitikberatkan pada sisi solidaritas. Konser daring ini bisa diupayakan secara kontinu supaya ada pemasukan konkret.”

Meski demikian, Adib mengakui, saat ini belum ada parameter keunggulan dari format konser daring. “Misalnya apakah pada saat seperti ini, jazz dengan improvisasinya lebih ‘keluar?’ Tetap nonton konser hakikatnya ada di lokasi, bertemu teman, nonton di panggung, teriak. Kalau menjadi daring seperti sekarang, itu karena keadaan memaksa. Ketika nanti sudah normal kembali, berapa persen masih akan dilakukan format seperti ini. Bukan berarti enggak ada.”

Indra juga menyebut konser live tetap akan menjadi suatu budaya yang tidak akan hilang. “Bagi pemusik jazz, interaksi antara musisi dan musisi, musisi dan pendengarnya, adalah elemen yang tidak bisa dipisahkan. Kami semua rindu dan menanti untuk bisa kembali melakukannya.” (Jek/M-2)

Baca Juga

123RF

Terdampak Pandemi, Gajah-Gajah pun Ikutan Deurbanisasi

👤Abdillah Marzuqi 🕔Selasa 26 Mei 2020, 23:44 WIB
Porsi makan gajah dewasa di tempat wisata bisa mencapai 300 kilogram per...
MI/RAMDANI

Cara Mengatasi Kecemasan Menyongsong Kehidupan Normal Baru

👤Fetry wuryasti 🕔Selasa 26 Mei 2020, 18:35 WIB
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima kenyataan pandemi dan hal yang mungkin...
 unsplash/Krzysztof Niewolny

Ini Trik Rahasia Agar Tanaman Cepat Berbunga

👤Faturrhozak 🕔Selasa 26 Mei 2020, 15:00 WIB
Ketika dihadapkan pada kekurangan serbuk sari, lebah akan merusak daun tanaman dengan memakannya agar tanaman berbunga lebih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya