Sabtu 09 Mei 2020, 18:45 WIB

Menganggur, 3,3 Juta Pekerja Migran di Malaysia Mau Pulang

Yona Hukmana | Ekonomi
Menganggur, 3,3 Juta Pekerja Migran di Malaysia Mau Pulang

Antara
Warga negara Indonesia (WNI) memasuki pesawat Garuda yang disewa di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (1/5).

 

SEKITAR 3,3 juta pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia diyakini ingin pulang ke Indonesia. Pasalnya, mereka sudah tidak memiliki pekerjaan sejak penerapan lockdown menghadapi penyebaran virus korona atau covid-19 di negara jiran tersebut.

"Akan menyambut sangat baik jika ada program pemulangan dari pemerintah," kata Dosen Universiti Islam Antarbangsa Malaysia Ali Sophian dalam diskusi virtual di Jakarta, Sabtu (9/5).

Pekerja migran itu kehilangan pekerjaan lantaran bisnis perusahaan tempat mereka bekerja bangkrut seiring penerapan lockdown.

Baca juga: Pekerja Migran Indonesia Jangan Dicap Sebagai Pembawa Virus

Ali menyebut permasalahan di Malaysia sangat kompleks, selain hilangnya pekerjaan, tidak sedikit juga pekerja migran berstatus ilegal. Dari 3,3 juta, dia memperkirakan hanya 1,3 juta yang legal.

"Jumlah yang ilegal ini sudah sama dengan populasi Bandung atau Surabaya. Dari sini kita simpulkan memang sangat kompleks permasalahan PMI di Malaysia apalagi dalam masa lockdown," ujar Ali.

Baca juga: 20 Ribu Pekerja Migran di Malaysia Bakal Pulang ke Tanah Air

Ali menuturkan PMI banyak bekerja di sektor perkebunan. Di Malaysia, ada perkebunan yang terdapat di kota-kota.

Selain itu, mereka bekerja di sektor konstruksi. Mereka-mereka itu yang merasakan dampak penerapan lockdown.

Lockdown di Malaysia diterapkan sejak 18 Maret lalu. Penerapan lockdown diperpanjang setiap dua pekan. Kini Malaysia telah memasuki fase kelima.

Ali menyebut, beberapa PMI yang bekerja di sektor konstruksi mengaku mengalami kesulitan. Mereka terkendala syarat dari pemerintau setempat.

"Bahwa yang boleh bekerja hanya orang yang sudah melakukan tes covid-19," sebut Ali.

Persoalannya, biaya untuk tes covid-19 dibebankan kepada karyawan dengan pemotongan gaji. "Jadi, ini sungguh memberatkan mereka (PMI). Masih banyak yang belum dites yang mengakibatkan mereka belum bisa bekerja kembali," kata Ali. (X-15)

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

Mentan SYL: Ketahanan Pangan Kunci Gerakkan Ekonomi

👤Reza Sunarya 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 21:25 WIB
SEKTOR pertanian menjadi solusi nyata terhadap dampak yang diakibatkan pandemi covid 19, terutama dengan melemahnya ekonomi...
DOK KEMENTAN

Wagub: Siap Dukung Mentan Jadikan Jabar Penyangga Pangan Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 20:15 WIB
Wagub yang sering dipanggil Kang Uu mengatakan bahwa dalam meningkatkan ekonomi, masyarakat dapat melakukannya lewat pertanian. Karena itu...
DOK KEMENTAN

Komisi IV Dukung Perbaikan Irigasi Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 19:21 WIB
Dedi mengatakan, pemerintah saat ini sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp18,44 triliun untuk program padat karya yang diselenggarakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya