Sabtu 09 Mei 2020, 12:17 WIB

Angkot di Sukabumi Masih Abai Pembatasan Penumpang Selama PSBB

Antara | Nusantara
Angkot di Sukabumi Masih Abai Pembatasan Penumpang Selama PSBB

MI/BENNY BASTIANDY
Angkutan kota melintasi di ruas Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Jawa Barat.

 

PARA sopir angkot di Sukabumi masih banyak yang mengabaikan aturan pembatasan penumpang di masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan sejak 6 Mei 2020.

"Sesuai aturan, setiap angkot maksimal mengangkut lima penumpang plus seorang sopir. Untuk sisi sebelah kiri hanya boleh diisi dua orang
dan sisi kanan tiga orang kemudian jok sebelah sopir dikosongkan. Namun, dari hasil pengawasan, sopir angkot masih banyak yang tidak mengindahkan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi Yadi Moelyadi, Sabtu (9/5).

Menurutnya, pembatasan jumlah penumpang ini agar setiap penumpang bisa menjaga jarak dan tidak berdesakan. Selain itu, baik penumpang maupun sopir angkot diwajibkan menggunakan masker.

Baca juga: 187 Sopir Angkutan Umum Dapat Insentif Dari Polres Ternate

Adapun sanksi terhadap angkot yang melanggar aturan PSBB adalah mulai dari teguran hingga menurunkan penumpang jika jumlahnya berlebih dan apabila tidak menggunakan masker, baik penumpang maupun sopir diperintahkan pulang.

Tidak hanya angkot, pembatasan jumlah penumpang juga berlaku di mobil atau kendaraan roda empat pribadi. Seperti mobil yang memiliki dua baris kursi/jok hanya bisa di isi tiga orang yakni sopir dan barisan kedua maksimal diisi dua penumpang.

Selanjutnya untuk mobil yang memiliki tiga baris kursi hanya bisa diisi empat orang, depan sopir, kursi baris kedua maksimal dua penumpang dan kursi di baris ketiga hanya bisa ditempati satu orang.

"Kami juga imbau agar setiap penumpang maupun sopir untuk membawa hand sanitizer karena mereka rawan kontak langsung dan juga antisipasi covid-19 menempel pada uang yang digunakan untuk pembayaran jasa angkot," tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Abdul Rachman mengatakan sepeda motor masih diperbolehkan membonceng dengan catatan
alamat pada kartu identitasnya (e-KTP) sama seperti suami istri, orangtua dengan anaknya, dan adik kakak.

Namun, setiap sepeda motor hanya boleh ditumpangi dua orang, pengemudi dan yang diboncengnya, serta wajib menggunakan masker. Aturan pembatasan penumpang ini telah dibahas secara instensif dengan instansi terkait.

"Kami imbau warga untuk bisa mentaati peraturan ini, karena sifatnya hanya sementara demi memutus mata rantai penyebaran covid-19," katanya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Rendy Ferdiansyah

28 Pasien Covid-19 di Babel Dinyatakan Sembuh

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:34 WIB
Hingga H+3 hari raya Idul Fitri atau Selasa (26/5), jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Babel sebanyak 39 orang tersebar di 5...
ANTARA FOTO/Aji Styawan

Ganjar Perintahkan Kepala Daerah Tutup Semua Pasar

👤Akhmad Safuan 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:28 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku kecolongan dengan banyaknya kasus covid-19 ditemukan di pasar-pasar tradisional di Jawa...
MI/ BARY FATHAHILAH

Polda Jabar Minta Maaf Terkait Insiden Polisi Ngamuk

👤Antara 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:03 WIB
Polda Jabar tidak menoleransi perbuatan Bripka HI yang arogan tersebut karena tidak memberikan contoh yang baik kepada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya