Sabtu 09 Mei 2020, 09:07 WIB

Subardi: Covid-19 Masalah Negara, Jangan Saling Menyalahkan

Agus Utantoro | Nusantara
Subardi: Covid-19  Masalah Negara, Jangan Saling Menyalahkan

MI/Agus Utantoro
Ketua DPW NasDem DIY Subardi menyerabkan bantuan baju APD sebanyak 3 koli untuk garda terdepan penanganan covid-19 di Sleman, DIY

 

KETUA DPW Partai NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta, Subardi meminta masyarakat tak saling menyalahkan dalam menghadapi krisis covid-19 yang hingga saat ini  belum menunjukkan grafik penurunan. Anggota Komisi VI DPR RI ini  mengajakan kepada semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi covid-19. Hal itu ia sampaikan saat  menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan di Kabupaten Sleman sebanyak tiga koli dari PartaSi Nasdem, Jumat (8/5). 

"Dalam situasi seperti hendaknya bangsa ini justru semakin meningkatkan persatuan dan kebersamaan agar wabah mematikan itu dapat segera berakhir. Masalah covid bukan masalah pemerintah, tapi negara," katanya di sela-sela penyerahan bantuan di RSUD Sleman.

Menurut dia kalau covid-19 adalah masalah yang dihadapi oleh negara, maka masalah covid-19 ini menjadi tanggungjawab bersama. Masyarakat, pemerintah, semua elemen yang ada di negeri ini jelasnya harus bersatu untuk melawannya.Ketua DPW Partai NasDem DIY ini mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi korona dari pemerintah melalui gugus tugas yang telah dibentuk dari pusat sampai daerah. Physical distancing, penggunaan masker dan menjauhi keramaian harus terus dilakukan guna memutus rantai penularan covid-19 di tengah masyarakat.

Menyinggung pembatasan transportasi yang telah dibuka kembali oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya, Subardi berharap masyarakat termasuk pengelola transportasi dapat menyikapinya dengan baik. 

"Masyarakat pengguna moda transportasi umum maupun armada penyedia angkutan harus sama-sama menciptakan iklim sehat di sekitarnya," jelasnya.

Dikatakan kebebasan  yang diberikan harus diikuti dengan pengawasan protokoler yang lebih ketat, misalnya penerapan physical distancing, bangku harus steril, armada harus menyediakan alat pendeteksi suhu dan para penumpang wajib mengenakan masker dan membawa handsanitizer dan sebagainya.

baca juga: Siap Beroperasi Lagi, Sampoerna Harus Perkuat Protokol Kesehatan

Pada kesemparan itu Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengingatkan kepada masyarakat untuk sementara waktu selama masa pandemi ini tak banyak melakukan aktivitas di luar rumah dan menghindari kerumunan. Namun demikian ia tak menginginkan adanya penutupan pasar, supermarket maupun tempat perbelanjaan lainnya. Jika itu dilakukan justu akan menimbulkan kelumpuhan ekonomi.

"Yang penting tetap mematuhi protokol kesehatan. Berbelanja juga seperlunya saja dan hindari antrean. Pengelola juga harus tegas dalam memberlakukan dan menata para pengunjung," tegasnya. (OL-3)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Pekerja dari Luar Aceh Wajib Cek Kesehatan

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Senin 01 Juni 2020, 09:56 WIB
Pemeriksaan untuk mendeteksi suhu badan menggunakan thermo scanner infra red itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Pidie melibatkan rumah...
MI/Rendy Ferdiansyah

Pengiriman Ular dan Kadal Terbang ke Yogyakarta Digagalkan

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Senin 01 Juni 2020, 09:50 WIB
Paket tersebut dikemas dalam kardus. Di dalamnya ada tiga botol plastik berisi dua ekor ular jenis viper Tropidolaemus wagleri jantan dan...
ANTARA

Industri dan Pekerja Harus Terapkan New Normal di Tempat Kerja

👤Apul Iskandar 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:56 WIB
Labor Institute Indonesia atau Institute Kebijakan Alternatif Ketenagakerjaan Indonesia mengimbau para pelaku industri untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya