Sabtu 09 Mei 2020, 08:14 WIB

Ratusan UMKM di Surabaya Bertahan di Tengah Pandemi Korona

Antara | Nusantara
Ratusan UMKM di Surabaya Bertahan di Tengah Pandemi Korona

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
UMKM produksi abon sapi

 

RATUSAN Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya, Jawa Timur, mampu bertahan di tengah pandemi covid-19 setelah diajak berkolaborasi oleh pemerintah kota (pemkot) setempat dalam upaya menangani covid-19. Salah satu pemilik UMKM Makmur Sari Ida Sri Setyaningsih mengaku bersyukur karena Pemkot Surabaya mengajaknya berkolaborasi bersama dalam upaya menangani covid-19, sehingga produk sambal pecelnya masih tetap berjalan dan menghasilkan uang.
  
"Saya senang bisa berpartisipasi mendukung program pemkot di tengah pandemi ini," kata dia, Sabtu (9/5).
  
Terlebih, usaha yang dijalankan Ida di kawasan Perumahan Gunung Sari Indah blok F/14 Surabaya ini rupanya juga menjadi tumpuan bagi warga di sekitarnya. Saat ini, tetangga di sekitar ikut diberdayakan dalam mendukung produksi sambal pecel pesanan pemkot untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak covid-19.
  
"Alhamdulillah saya bisa memberdayakan tetangga-tetangga di sekitar. Karena dampak covid-19 ini mereka tidak aktif di tempat kerjanya," terang Ida.
 
Hal yang sama juga dialami pemilik UMKM Joana Cookies, Monica Harijati. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pesanan makanan abon dari Pemkot Surabaya. Setiap harinya orderan dari Pemkot Surabaya ini kian bertambah.
  
"Sampai hari ini pemkot melalui Dinas Perdagangan sudah pesan sekitar 400 kilogram," kata Monica.
  
Ia menjelaskan setiap harinya mampu menyelesaikan kurang lebih 100 kilogram abon. Selain dibantu anaknya, Monica mengerjakannya juga secara berkelompok.  Namun begitu Monica juga mengakui sebelum mendapat orderan, omzet jualannya menurun drastis, terlebih dampak dari pandemi covid-19. Ia pun bergegas untuk lebih mengaktifkan penjualannya dengan memanfaatkan digital marketing.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan selama pandemi pelaku UMKM di Surabaya diajak berkolaborasi mulai dari pembuatan masker, Alat Pelindung Diri (APD) seperti baju hazmat dan face shield, hingga produk olahan makanan yang kemudian disalurkan kepada warga terdampak covid-19.

baca juga: Babel Genjot Produksi Padi 8 Ton per Hektare
  
"Kami terus berupaya memberdayakan UMKM. Apalagi situasi saat ini sektor ekonomi dan dunia usaha berdampak begitu besar. Karena itu kita juga terus mencarikan substitusinya, bagaimana mereka masih tetap produksi, dan produksi itu bisa tetap menghasilkan," kata Wiwiek.

Wiwiek merinci untuk produk kering tempe, pemkot melibatkan hampir 165 UMKM. Sedangkan abon, ada sekitar 10 UMKM, dan sambal pecel 49 UMKM. Untuk pembuatan APD ada 11 UKM dan masker kurang lebih ada 41 UKM. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA

Surabaya dalam Bahaya Korona

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 29 Mei 2020, 01:15 WIB
TINGKAT penularan virus korona baru atau covid-19 di Kota Surabaya, Jawa...
ANTARA

PSBB tak Diperpanjang, 117 Tempat Wisata di Riau Siap Buka Lagi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:33 WIB
Gubernur Riau Syamsuar di Pekanbaru menyatakan rencana membuka kembali objek wisata setelah memastikan bahwa Pembatasan Sosial...
Antara

Palembang, Tertinggi Kasus DBD dan Covid-19 di Sumsel

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 21:33 WIB
Tercatat  360 kasus DBD selama periode Januari - 26 Mei 2020 dan  539 kasus selama periode 24 Maret - 28 Mei 2020 di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya