Sabtu 09 Mei 2020, 05:20 WIB

Utang Dikelola secara Hati-Hati

M Ilham Ramadhan | Ekonomi
Utang Dikelola secara Hati-Hati

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sri Mulyani, Menteri Keuangan.

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani memastikan bahwa pengelolaan utang akan dilakukan secara hati-hati, terutama terkait dengan pembiayaan utang akibat upaya pemerintah memerangi covid-19.

Pilihan untuk menambah utang ialah karena situasi ekonomi saat ini yang dilanda pandemi korona menyebabkan penerimaan negara merosot. Di sisi lain, kebutuhan belanja besar karena untuk mencukupi kebutuhan penanganan covid-19.

Dalam APBN 2020 pemerintah merancang defisit 5,07% dari produk domestik bruto atau sebesar Rp852,9 triliun yang dibiayai dari penerbitan surat berharga negara dan penarikan pinjaman multilateral. Dengan demikian, ke depan total utang Indonesia akan bertambah sekitar Rp1.000 triliun.

Sri Mulyani mengatakan pihaknya menghormati hasil analisis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menilai pengelolaan utang negara pada 2018-2019 masih kurang efektif. Mantan Direktur Bank Dunia itu melihat analisis BPK itu sebagai pengingat untuk tetap berhati-hati dalam mengelola utang.

“Bahwa fiskal adalah instrumen, dia bukan tujuan. Tapi tidak berarti bahwa kita ugal-ugalan. Jadi, ya kita hormati saja analisis (itu) supaya kita perlu berhati-hati,” pungkasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembia­yaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan pemerintah akhirnya tidak jadi menerbitkan pandemic bond.

Hal itu karena Bank Indonesia (BI) menyanggupi untuk masuk ke pasar perdana dan menyerap sisa SBN maupun SBSN sebagai last resort. Pun bila bank sentral masuk ke pasar perdana, SBN yang dibeli ialah berseri biasa dan tidak khusus.

Luky juga menuturkan, dalam waktu dekat pemerintah akan menerima komitmen pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) senilai US$1,5 miliar.

Pinjaman tersebut nantinya digunakan pemerintah Indonesia untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19.

“Dengan ADB kami pakai skema countercyclical facility dan kita bisa dapatkan US$1,5 miliar,” kata Luky.

Ia menambahkan, bila tanpa kendala, pencairan pinjaman dari ADB dapat dilakukan dalam waktu dekat. “Mudah-mudahan Mei atau Juni,” tutur Luky.

Hingga saat ini, setidaknya telah ada komitmen dari mitra lembaga multilateral senilai US$7 miliar untuk membiayai APBN.

Cadev meningkat

Bank Indonesia (BI) mencatat po­sisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir April 2020 mencapai US$127,9 miliar. Angka tersebut meningkat US$6,9 miliar jika dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2020 yang hanya mencapai US$121,0 miliar.

“Peningkatan cadangan devisa pa­da April 2020 terutama dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangannya.
Posisi cadangan devisa itu terbilang aman, setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Adapun nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada kemarin sore menguat seiring meningkatnya cadangan devisa Indonesia. Rupiah ditutup menguat 75 poin atau 0,5% menjadi 14.925 per dolar AS dari sebelumnya 14.995 per dolar AS. (Ant/E-1)

Baca Juga

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian/Tim Riset MI-NRC

89 Proyek Penggerak Ekonomi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:24 WIB
Selama 2020-2024, proyek strategis nasional ditargetkan bisa menyerap 4 juta tenaga kerja setiap...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj.

Sensus Penduduk Daring Berakhir

👤(Mir/E-3) 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 04:30 WIB
BADAN Pusat Statistik (BPS) menutup sensus penduduk daring tadi malam pukul 23.59 WIB. Hingga kemarin siang, sensus yang dimulai sejak 15...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Pasar Optimistis Prospek Ekonomi ke Depan

👤HILDA JULAIKA 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 04:20 WIB
RENCANA pembukaan kembali sejumlah aktivitas perekonomian dan terjaganya stabilitas sistem keuangan Indonesia menimbulkan optimisme...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya