Jumat 08 Mei 2020, 20:41 WIB

Ini Maksud Menko PMK, Ekonomi Indonesia ''Beruang Kutub''

Nur Azizah | Ekonomi
Ini Maksud Menko PMK, Ekonomi Indonesia

MI/Atet Dwi Pramadia
Ekonomi Indonesia layaknya beruang kutub

 

MENTERI Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengibaratkan perekonomian dunia, termasuk Indonesia layaknya beruang kutub yang sedang hibernasi. Seluruh dunia tengah menghemat agar bisa bertahan hidup.

"Ekonomi ini kita bayangkan seperti beruang kutub memasuki musim dingin yang kemudian harus tidur, menghemat energi yang dia miliki, memperlambat detak jantungnya, kemudian juga menurunkan serendah mungkin panas badannya temperatur badannya. Supaya apa? Supaya dia tetap bertahan hidup tidak mati," Muhadjir di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/5).

Istilah ini juga dipakai oleh Menteri Australia Scott Morrison saat rapat Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) beberapa waktu lalu. Cara hibernasi ini dipakai untuk bertahan hidup di tengah pandemi covid-19.

"Saya menyebut survivabilitas ekonomi, artinya pemerintah sekarang ini lebih banyak berupaya agar kondisi ekonomi kita bisa bertahan dalam kondisi sekarang ini untuk sekadar hidup," tutur.

Salah satu cara mempertahankan perekonomian masyarakat, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah bantuan baik melalui program reguler maupun nonreguler Bantuan reguler terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Total penerimaan PKH mencapai 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Baca juga :Gubernur Jatim:Strategi Amankan Stok Pangan Hadapi Dampak Covid

"Sesuai dengan Keputusan presiden, PKH sejak Maret sudah diperluas menjadi 10 juta KPM dengan pencairan setiap bulan. Sebelumnya setiap 3 bulan," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/5).

Kemudian program BPNT berupa sembako. Untuk program ini pemerintahan mengalokasikan sembako pada 20 juta KPM, dari yang sebelumnya hanya 15,2 juta KPM.

"Dengan indeks kita naikkan dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu per bulan per KPM," ujarnya.

Hingga saat ini, baru 17,9 juta KPM yang menerima paket sembako. Juliari menargetkan akhir Mei 2020 paket sembako telah sampai ke 20 juta KPM.

"Masih kurang 2,1 juta KPM untuk mencapai target 20 juta KPM. Insya Allah akhir Mei bisa mencapai target 20 juta KPM seperti yang sudah disepakati. Sementara program nonreguler ialah pembagian 1,33 juta paket sembako untuk warga DKI Jakarta dan 600 ribu paket sembako untuk warga Bodetabek  (OL-2)

 

Baca Juga

Antara

Prakondisi Pembukaan Sembilan Sektor di Zona Hijau

👤Ind/X-7 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:48 WIB
Para pimpinan di daerah, lanjutnya, juga telah mengupayakan persiapan dengan saksama, membangun komunikasi bersama semua kelompok dan...
BI/Idx.co.id/Refinitiv/Yahoo Finance/Tim Riset MI-NRC

Penguatan Rupiah Diprediksi Berlanjut

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:42 WIB
Sejumlah faktor disebut dapat mendorong penguatan rupiah berlanjut hingga akhir...
Dok. PTPP

PTPP Catatkan Laba Bersih Rp1,2 Triliun di 2019

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 05 Juni 2020, 22:34 WIB
Pembagian dividen tunai (dividend payout ratio) sebesar 22,5% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk setara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya