Jumat 08 Mei 2020, 20:32 WIB

Harga Telur di Solo Raya Terjun Bebas di Masa Pandemi Covid-19

Widjajadi | Nusantara
Harga Telur di Solo Raya Terjun Bebas di Masa Pandemi Covid-19

MI/Widjajadi
Peternak ayam petelur di Solo Raya masih terus berproduksi meski situasi pasar sangat memprihatinkan untuk masa depan mereka.

 

Lesunya bisnis latengan atau warung makan pada masa pandemi korona membuat harga telur ayam di pasar tradisional terus merosot tajam. Sempat Rp22 ribu pada awal Ramadan, kini harganya tinggal pada kisaran Rp16 ribu-Rp17 ribu.

Bahkan di Kabupaten Sragen harga lebih rendah lagi, yakni Rp12.900 hingga Rp13.500. Para peternak atau produsen telur di Sragen sulit menaikkan harga telur. Karena di samping banyak warung makan yang tidak banyak belanja telur untuk masakan, juga karena terdampak PSBB, yang membuat komoditas ini menjadi terhambat masuk Jakarta atau kota besar lain.

Pantauan Media Indonesia, di lima pasar utama di Kota Solo, harga telur ini memang belum beranjak naik sejak sepekan terakhir ini. "Ya empat hari terakhir ini, telur ayam lehor saya jual Rp16 ribu/kg," ujar Sarju, bakul telur di Pasar Nusukan, Jumat sore (8/5).

Baca Juga: Presiden Bagikan Ribuan Paket Sembako di Solo

Hal sama terjadi juga di Pasar Legi Solo yang merupakan pasar induk yang menjadi acuan pedagang di pasar tradisional di Kota Solo. Telur berada dalam kisaran Rp16 ribu-Rp17 ribu. Tetapi di Pasar Sidodadi, Kleco, harga telur masih Rp18 ribu.

Sementara itu untuk komoditas sayuran berbagai jenis cabai juga cenderung turun. Rawit merah kini turun Rp5 ribu dibandingkan tiga hari lalu yang nasib Rp20 ribu, hingga tinggal Rp15 ribu.

Bahkan bawang putih juga terus turun, dan pada saat ini dipatok Rp28 ribu dibandingkan dua hari lalu yang masih Rp 30 ribu. "Dari cabai hingga bawang putih sampai paruh bulan Ramadan ini cenderung turun," ujar Suyati, bakul sayuran Pasar Kadipolo.

Baca Juga: Pemkot Solo Distribusikan Paket Sembako Warga Terdampak Covid-19.

Yang jelas pantauan Media Indonesia, kondisi pasar tradisional di Kota Solo, menjelang Lebaran di tengah wabah korona ini, memunculkan banyak senyum dari ibu ibu rumah tangga. "Mudah mudahan, harga-harga tidak melambung sampai lebaran nanti," ucap Mardiana, seorang ibu warga Mojosongo yang belanja di Pasar Nusukan.

Dalam suasana pandemi covid-19 ini, setiap pasar harus memenuhi protokol kesehatan. Baik bakul maupun pembeli harus mengenakan masker. Di setiap pintu masuk pasar juga disediakan air untuk mencuci dan juga handsanitizer.

Sejumlah harga sembako di pasar tradisional Solo juga dalam situasi normal, seperti beras berada di kisaran Rp10.500 hingga Rp12.500. Lalu minyak goreng masih Rp12 ribu. Sedang gula pasir dalam kisaran Rp16.000. Untuk tepung juga masih di bawah Rp10 ribu, yakni dalam kisaran Rp8.500.

"Semua sembako pasokan melimpah, sehingga tidak ada harga yang mencekik, dan malah cenderung turun," ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota, Heru Sunardi. (WJ)

 

Baca Juga

MI/Martinus Solo

Covid, Festival Budaya Internasional di Tambrauw Digeser ke 2021

👤Martinus Solo 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 11:30 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tambrauw Abraham Mayor menambahkan, penundaan ini dirasa sangat berat karena sudah dipersiapkan sejauh...
MI/Dwi Apriani

Pemprov Sumsel Adakan 10.000 Rapid Test Drive Thru

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 11:25 WIB
Herman Deru mengklaim rapid test sebanyak 10.000 itu, sebagai konsistensi pemerintah, utamanya gugus tugas penanganan covid-19 Sumsel dalam...
DOK Kabupaten Tolikara

Pasien Covid-19 di Kabupaten Jayapura Bertambah 14 Orang

👤Antara 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:25 WIB
Khairul Lie di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/6) mengatakan bahwa delapan dari 14 pasien baru covid-19  ada di Rindam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya