Jumat 08 Mei 2020, 18:50 WIB

Muhadjir Bersyukur tak Ada Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Muhadjir Bersyukur tak Ada Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia

Mi/Bary Fatahillah
Mural dukungan bagi tenaga medis penanganan covid-19 di Jakarta

 

MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah berysukur penambahan kasus virus korona di Tanah Air tidak seburuk berbagai hasil prediksi yang dikeluarkan berbagai kalangan. Prediksi yang menyatakan kasus covid-19 akan meledak signifikan sejauh ini tidak terjadi.

"Kita bersyukur bahwa ternyata prediksi bahwa kasus di Indonesia akan tumbuh secara eksponensial yang sangat ekstrem ternyata tidak terjadi. Angka kasus kita rata-rata masih rendah yaitu kasus per hari masih di bawah 500 kasus paling tinggi puncaknya," ungkap Muhadjir dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (8/5).

Menurut Muhadjir, saat ini terjadi kecenderungan angka kasus covid-19 mengalami penurunan walaupun tidak terlalu drastis. Tingkat kesembuhan juga mengalami kenaikan dari hari ke hari dengan rata-rata 300 orang sembuh per harinya. Ia mengatakan kecenderungan penurunan kasus itu terjadi berkat kedisiplinan warga mematuhi pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

"Untuk angka kematian juga landai tidak ada penambahan yang cukup drastis. Ini suatu keadaan yang bagus untuk kita syukuri dan ini berkat kerja sama dari semua pihak dan juga kedisiplinan seluruh warga Indonesia dalam mematuhi seruan dari pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan untuk pencegahan covid-19 ini," ucapnya.

Sejak pandemi merebak, imbuh mantan Mendikbud itu, pertumbuhan kasus cukup tinggi terjadi di wilayah Jawa khususnya DKI Jakarta. Kemudian diikuti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah. Kini pertambahan kasus per wilayah menurutnya potensial bergeser ke luar Jawa seperti di wilayah Sulawesi Selatan.

Baca juga : Pemerintah Maksimalkan Tes Masif Covid-19 dengan PCR dan TCM

Muhadjir mengakui untuk kawasan ASEAN, Indonesia memang menjadi negara dengan jumlah kasus tertiggi kedua setelah Singapura. Di Singapura, kasus covid-19 pernah tercacat hingga 1.400 orang dalam sehari. Menurut Muhadjir, dibandingkan dengan jumlah penduduk, kasus di Indonesia masih tidak sebesar negara lain di ASEAN.

"Tentu saja angka ini sebetulnya tidak terlalu istimewa. Karena jumlah penduduk kita 263 juta, dibandingkan dengan Filipina sekitar 110 juta, apalagi Singapura yang penduduknya 6 juta," ucapnya.

Muhadjir melanjutkan, tren penurunan kasus di Tanah Air saat ini akan dijadikan dasar pemerintah untuk membuat prediksi dan perhitungan skenario penanganan kasus covid-19 ke depan.

"Jadi semuanya landai-landai. Mudah-mudahan ini juga akan terus berlangsung dan akan semakin turun. Sehingga kita bisa mempercepat proses penanganan covid-19 dan juga bisa segera menangani dampak yang terjadi," tukasnya.

Per 8 Mei 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 13.112 orang setelah ada penambahan sebanyak 336 orang. Adapun jumlah kasus meninggal bertambah menjadi 943 dengan penambahan sebanyak 13 orang. Sementara iti, kasus sembuh bertambah 113 orang sehingga totalnya menjadi 2.494 orang. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Sambut New Normal, Jokowi Minta Pengetatan Protokol Kesehatan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:04 WIB
"Kita harapkan nantinya dengan dimulainya TNI dan Polri ikut secara masif mendisiplinkan masyarakat, menyadarkan masyarakat,...
Ist

Kampus IPDN Gelar Halalbilahal di Tengah Pandemi

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 26 Mei 2020, 09:57 WIB
Kegiatan tersebut dilakukan atas perintah Rektor IPDN untuk menghibur praja yang selama ini melakukan karantina di...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Kesuksesan Implementasi New Normal Ada di Tangan Masyarakat

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 26 Mei 2020, 09:32 WIB
Sebab, pemerintah telah memberikan mandat kepada masyarakat untuk menjaga diri...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya