Jumat 08 Mei 2020, 16:14 WIB

Ilmuwan Ungkap Virus Korona Bisa Berevolusi

Abdillah Marzuqi | Weekend
Ilmuwan Ungkap Virus Korona Bisa Berevolusi

AFP
Ilustrasi: Grafis perkembangan virus korona dan imunitas tubuh

PENELITI menganalisis genom virus dari lebih 7.500 orang yang terinfeksi covid-19. Mereka juga mengkarakterisasi pola keragaman genom virus SARS-CoV-2 (Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2) atau covid-19. Kedua hal itu dilakukan untuk menemukan obat dan vaksin.

Ilmuwan juga mengidentifikasi hampir 200 mutasi genetik berulang pada SARS-CoV-2. Studi yang dipimpin oleh University College London (UCL) Genetics Institute itu membuka tabir bahwa virus dapat beradaptasi dan berevolusi pada inang manusia. Temuan itu diterbitkan di Jurnal Infection, Genetics, dan Evolution.

"Semua virus bermutasi secara alamiah. Mutasi itu bukanlah hal yang buruk. Dan tidak ada yang menyarankan SARS-CoV-2 bermutasi lebih cepat atau lebih lambat dari yang diharapkan. Sejauh ini kami tidak dapat mengatakan apakah SARS-CoV-2 menjadi lebih atau kurang mematikan maupun lebih atau kurang menular," terang salah satu peneliti Francois Balloux dari UCL Genetics Institute, seperti dikutip Sciencedaily.

Peneliti mengidentifikasi perubahan genetik kecil (mutasi) yang tidak terdistribusi merata pada seluruh genom virus. Beberapa bagian genom hanya sedikit mengalami perubahan genetik. Sedangkan bagian virus yang tidak berubah itu bisa menjadi target untuk pengembangan obat dan vaksin.

"Tantangan utama mengalahkan virus adalah vaksin atau obat mungkin tidak lagi efektif jika virus telah bermutasi. Jika kita memfokuskan upaya kita pada bagian-bagian dari virus yang cenderung tidak bermutasi, kita memiliki peluang yang lebih baik untuk mengembangkan obat yang akan efektif dalam jangka panjang," lanjut Balloux.

"Kita perlu mengembangkan obat-obatan dan vaksin yang tidak dapat dengan mudah dihindari oleh virus," tambahnya.

Meski sudah ditemukan sejumlah 198 mutasi, peneliti masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mutasi virus korona.

"Masih ada sedikit perbedaan genetik atau mutasi antar virus. Kami menemukan beberapa perbedaan telah terjadi beberapa kali selama pandemi, secara mandiri ataupun satu sama lain. Kita perlu terus memantau lebih banyak genom dan melakukan penelitian untuk memahami apa yang dilakukan virus itu," tambah peneliti Lucy van Dorp yang juga dari UCL Genetics Institute.

Tim peneliti juga mengembangkan aplikasi daring interaktif yang open-source. Hal itu memungkinkan para peneliti di seluruh dunia dapat meninjau genom virus dan menerapkan pendekatan serupa untuk lebih memahami evolusinya.

Baca Juga

instagram @kaos3d.id

Pandemi Virus Korona, Masker Faceprint Jadi Tren

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 27 Mei 2020, 20:20 WIB
Di India, tren masker dengan print foto pemesannya. Sementara di Indonesia, trend print wajah...
Nasa.gov

NASA Mulai Percobaan Final Proyek Penerbangan Komersial

👤Bagus Pradana 🕔Rabu 27 Mei 2020, 18:20 WIB
Dua astronot NASA akan terbang menggunakan pesawat buatan perusahaan milik Elon Musk,...
 RIJASOLO / AFP

Ganja Diujicoba untuk Pengobatan pada Bayi di Inggris

👤Fathurrozak 🕔Rabu 27 Mei 2020, 16:53 WIB
Pengobatan ini dapat digunakan untuk mencegah kejang dan cedera otak pada bayi yang baru...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya