Jumat 08 Mei 2020, 15:15 WIB

Mubaligh Diminta Aktif Edukasi Warga Hadapi Pandemi Covid-19

RO/Micom | Nusantara
Mubaligh Diminta Aktif Edukasi Warga Hadapi Pandemi Covid-19

dok pemprov jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahim Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia Jawa Timur, Kamis (7/5).

 

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta mubalig ikut aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya virus corona atau Covid-19.

Menurut Khofifah, hal ini penting mengingat tidak sedikit masyarakat yang masih nekat untuk beribadah di masjid  tanpa jaga jarak (phisycal distancing) meskipun Pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan maklumat untuk beribadah di rumah selama pandemi.

"Saya berharap besar para mubaligh, ustadz, maupun tokoh-tokoh agama di Jatim bisa aktif turut membantu pemerintah mensosialisasikan tentang bahaya covid-19 kepada masyarakat luas. Ternasuk cara pencegahannya," ungkap Khofifah saat menerima silaturrahim  Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia (Bakomubin) Jawa Timur, Kamis (7/5).

Khofifah mengatakan, peran mubaligh sangat strategis bersama-sama pemerintah menghadapi pandemi ini. Oleh karena itu, mubaligh diharapkan  mampu memberi penjelasan secara ilmiah dan pencerahan, serta perspektif positif kepada masyarakat luas bagaimana cara menghadapi wabah. Utamanya, dalam sudut pandang agama Islam.

Dengan begitu, tambah Khofifah, masyarakat bisa lebih bijak dalam bersikap karena memiliki pemahaman yang utuh. Baik secara ilmiah maupun spiritual. Cara ini, lanjut Khofifah, juga efektif dalam menangkal hoax yang membuat kegaduhan di masyarakat.

"Islam menjabarkan secara detil bagaimana sikap seorang muslim saat berhadapan dengan wabah penyakit. Nah, para mubaligh bisa menambahkan pesan tentang harus memakai masker, penerapan physical distancing, jangan dulu mudik, dan lain sebagainya," imbuhnya.

Khofifah menegaskan agar persoalan pandemi covid-19 ini tidak dianggap sepele oleh masyarakat. Protokol kesehatan harus secara ketat dan disiplin diterapkan guna mencegah munculnya klaster dan episentrum baru penyebaran Covid-19. Saat ini, saat ini kota Surabaya menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Jatim.

"Jadi ini tidak mudah, tidak sesederhana yang dipikirkan, merawatnya pasien Covid-19 pun sangat ribet karena harus memakai APD. Banyak ambulan dari rumah sakit yang tidak diperkenankan jika digunakan untuk merujuk pasien positif covid19, atau bahkan untuk mengangkut jenazah covid19," tuturnya.

Sementara itu Ketua Majelis Syuro Bakomubin KH. Iswadi Idris menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung dan membantu program dan peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur maupun pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Jadi sekarang saya ingin dengan Ibu Gubernur dengan Pemerintah Jawa Timur ingin sepenuhnya membantu apa yang kami bisa, kemarin saya rapat dengan sekitar 100 Muballigh yang menyatakan sangat mendukung peraturan Gubernur dan protokol-protokol kesehatan, mendukung lahir batin termasuk menyerukan kepada para jamaah," tegasnya. (J-1)

Baca Juga

ANTARA/AJI STYAWAN

11 Kepala OPD di Kendal Dikarantina

👤 Akhmad Safuan 🕔Jumat 29 Mei 2020, 12:20 WIB
"Karantina terhadap 11 kepala OPD tersebut sebagai antisipasi dan pencegahan penularan, karena para pejabat tersebut banyak...
Mi/Gilbert Lewar

BTN Komodo Kembali Perpanjang Masa Penutupan Kawasan

👤Antara 🕔Jumat 29 Mei 2020, 12:11 WIB
Penutupan TN Komodo belum bisa dipastikan hingga kapan karena kondisi pandemi covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda...
ANTARA/Adeng Bustomi

PSBB di Tasikmalaya Kemungkinan Diperpanjang

👤Kristiadi 🕔Jumat 29 Mei 2020, 11:39 WIB
Meski new normal diberlakiukan mulai 1 Juni, PSBB di Tasikmalaya akan diperpanjang di berbagai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya