Jumat 08 Mei 2020, 11:30 WIB

Selandia Baru Kembali Berencana Turunkan Level Siaga Covid-19

Arpan Rahman | Internasional
Selandia Baru Kembali Berencana Turunkan Level Siaga Covid-19

AFP/Marty MELVILLE
Warga Selandia Baru berjalan-jalan di Wellington setelah penurunan status waspada covid-19 dari empat ke tiga pada 28 April lalu.

 

SELANDIA Baru akan memperlonggar pembatasan jarak terkait pencegahan penyebaran covid-19, pekan depan. Hal itu sekaligus memungkinkan izin pertemuan hingga 100 orang.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Kamis (7/5), mengatakan pemerintahnya berpikir menurunkan tingkat peringatan covid-19 negara itu dari level tiga menjadi level dua.

Keputusan akan dibuat pada Senin (11/5), warga Selandia Baru mungkin dapat bertemu secara massal pada pertengahan pekan depan.

Baca juga: Staf Gedung Putih Terinfeksi, Trump-Pence Negatif Covid-19

Berbicara tentang turun ke level dua, Ardern mengatakan pertemuan di dalam dan luar ruangan hingga maksimal 100 orang akan diizinkan. Ini termasuk pernikahan dan pemakaman.

"Anda tidak perlu lagi tetap di rumah saja. Anda dapat mulai melihat keluarga dan teman lagi,” katanya disiarkan dari The Independent, Jumat (8/5).

Taman bermain, gedung olahraga, kolam renang, dan pengadilan publik akan diizinkan untuk dibuka sejalan dengan panduan kesehatan masyarakat.

Pertandingan olahraga profesional akan berlangsung di balik arena tertutup.

Menurut rencana, bar, restoran, dan sekolah akan dibuka kembali, dan pekerja akan dapat kembali ke kantor mereka.

Namun, jarak sosial dan peralatan perlindungan pribadi masih akan tersebar luas di level dua. Pelanggan harus duduk terpisah dua meter di luar dan penata rambut serta pekerja lainnya akan diminta untuk mengenakan APD.

"Kami menganggap diri kami sebagai setengah jalan ke bawah Everest. Saya pikir jelas bahwa tidak ada yang ingin mendaki kembali ke puncak,” jelas Ardern.

Pada Senin (4/5), Kementerian Kesehatan Selandia Baru melaporkan,  dalam 24 jam sebelumnya, negara tersebut tidak memiliki kasus covid-19 baru untuk pertama sejak kuncian atau lockdown dimulai. Ini terjadi setelah negara mengurangi peringatan penguncian dari level empat ke level tiga pekan lalu.

Pada Selasa (5/5), PM Ardern menjadi pemimpin dunia pertama dalam lebih dari 60 tahun yang berpartisipasi dalam pertemuan Kabinet Australia, muncul melalui tautan video.

Setelah pertemuan itu, dia dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, mengumumkan bahwa mereka akan bekerja menghubungkan perjalanan antara kedua negara.

Meskipun mereka tidak menentukan kapan pelancong akan dapat menyeberangi Laut Tasman, para pemimpin mengindikasikan bahwa ini akan terjadi jauh sebelum perbatasan mereka dibuka ke negara lain. (OL-1)

Baca Juga

AFP/Kirill Kudryavtsev

Kasus Covid-19 Turun, Moskow Longgarkan Lockdown

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:57 WIB
Setelah sembilan pekan di rumah, warga Moskow dapat kembali beraktivitas di luar. Namun, pemerintah setempat tetap memberlakukan sejumlah...
AFP

Dahsyat! Kasus Covid-19 di Iran Lampaui Angka 150.000

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:48 WIB
Juru bicara Kementerian Kianoush Jahanpour mengatakan 2.516 kasus baru dikonfirmasi di seluruh negeri dalam 24 jam terakhir, sehingga total...
AFP/Kazuhiro Nogi

Jepang Pertimbangkan Izin Masuk Bagi Warga Asing

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:11 WIB
Rencananya, warga asing yang diperbolehkan masuk berasal dari negara dengan kasus covid-19 rendah, yakni Thailand, Vietnam, Australia dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya