Jumat 08 Mei 2020, 07:28 WIB

Emas Melonjak US$37 Dipicu Suramnya Data Pekerja

Antara | Ekonomi
Emas Melonjak US$37 Dipicu Suramnya Data Pekerja

ANTARA
EMAS melonjak lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah serangkaian data ekonomi lemah.

 

EMAS melonjak lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah serangkaian data ekonomi lemah, termasuk melonjaknya pengangguran di Amerika Serikat, meningkatkan kekhawatiran atas penurunan global yang disebabkan oleh virus korona (covid-19).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak US$37,3 atau 2,21%, menjadi ditutup pada US$1.725,80 per ounce.  Emas berjangka turun US$2,7 atau 0,16% menjadi US$1.710,6 per ounce pada Rabu (6/5), setelah menguat US$12,4 atau 0,73% menjadi US$1.713,3 per ounce di awal pekan.

Laporan klaim pengangguran mingguan yang dirilis pada Kamis (7/5) menunjukkan 3,17 juta klaim pengangguran baru selama pekan yang berakhir 2 Mei. Analis mencatat angka ini lebih buruk dari yang diperkirakan dan tetap pada rekor tertinggi.

"Anda memiliki (angka) pengangguran tinggi yang keluar ... Itu masih memberitahu orang-orang untuk mungkin mencari perdagangan yang aman," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS.

Jutaan lebih banyak orang Amerika mencari tunjangan pengangguran pekan lalu, menunjukkan PHK meluas dari industri-industri yang menghadap konsumen hingga segmen ekonomi lainnya dan dapat tetap meningkat bahkan ketika banyak negara bagian AS mulai dibuka kembali.

Baca juga: Likuiditas Cukup untuk Restrukturisasi Kredit

Seperangkat data lainnya pada Kamis (7/5) menunjukkan produktivitas pekerja turun pada laju tercepat dalam lebih dari empat tahun pada kuartal pertama di tengah penurunan terbesar jam kerja sejak 2009.

Sejumlah data ekonomi yang suram telah mendukung ekspektasi langkah-langkah stimulus lebih banyak dari bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia untuk meredam kerusakan ekonomi akibat virus.

Bank of England, bank sentral Inggris, mengatakan Inggris dapat menuju kemerosotan ekonomi terbesar dalam lebih dari 300 tahun karena penguncian virus korona dan menjaga pintu tetap terbuka pada Kamis (7/5) untuk stimulus lebih lanjut bulan depan.

"Juga dengan jumlah kasus covid-19 yang meningkat selama beberapa hari terakhir, orang-orang mulai mempertanyakan pembukaan kembali negara-negara bagian AS, karena mereka khawatir tentang peningkatan tingkat infeksi,"; Matousek menambahkan.

Wabah ini telah menginfeksi lebih dari 3,71 juta orang di seluruh dunia, menghancurkan pertumbuhan global dan mendorong investor untuk mencari tempat yang aman seperti emas.

Lonjakan hari ini juga dibantu oleh 'perdagangan pre-emptive' untuk mengantisipasi data pekerjaan AS yang lemah pada Jumat (8/5), kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Investor mengalihkan perhatian mereka ke data penggajian (payrolls) non-pertanian sebagai isyarat lebih lanjut diperkirakan telah anjlok sebanyak 22 juta pada April, menurut survei ekonom Reuters.

Juga di radar investor adalah perkembangan seputar perdagangan AS-Tiongkok ketika pemerintahan Presiden Donald Trump mempertimbangkan tindakan terhadap Beijing atas penanganan awal wabah.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap mata uang utama linnya turun 0,24 poin atau 0,24%, ke level 99,85 pada 17.50 GMT, juga mendukung emas.

Namun, emas tertahan dari kenaikan lebih lanjut karena penguatan ekuitas AS mengurangi daya tariknya. Dow Jones Industrial Average naik 336,48 poin, atau 1,42%, ke level 24.001,12 poin pada pukul 18.00 GMT.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 57,5 sen atau 3,83%, menjadi ditutup pada US$15,59 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$16,6, atau 2,17%, menjadi ditutup pada US$782,1 per ounce. (A-2)

Baca Juga

Antara

Kemendesa PDTT Terima 500 Aduan Terkait BLT Dana Desa

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:26 WIB
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah menerima 500 aduan terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa...
MI/SUSANTO

Terdampak Covid-19, Pendapatan Perusahaan PR Anjlok Hingga 50%

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:14 WIB
Wabah covid-19 yang tengah melanda Indonesia beberapa bulan terakhir  telah memukul perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi dan...
MI/Heri Susetyo

Perubahan Pelunasan Utang Sukuk Garuda Diumumkan 10 Juni

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:58 WIB
Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Mitra Piranti mengungkapkan bahwa persetujuan perubahan kesepakatan utang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya