Jumat 08 Mei 2020, 05:15 WIB

Perintah bagi Jin Mendengar Alquran

Fer/H-3 | Ramadan
Perintah bagi Jin Mendengar Alquran

MI/SENO
Quraish Shihab

Tafsir Al-Mishbah episode ini kembali melanjutkan pembahasan tentang Alquran. Surah Al Ahqaaf (46) Ayat 29 berbunyi, ‘Renungkanlah dan ingat-ingatlah ketika suatu masa Kami mengarahkan kepadamu sekelompok jin untuk mendengarkan Alquran’.

Dari segi bahasa, kata jin diambil dari akar katanya jannana, artinya ‘tersembunyi’. Jin merupakan hal yang tidak kita ketahui pasti, namun keberadaannya dijelaskan agama sehingga kita harus percaya.

Para ulama bersepakat bahwa jin yang disebutkan di sini merupakan makhluk Tuhan yang cerdas, diciptakan dari api, berwujud aneka bentuk, dan memiliki masyarakat seperti manusia. Seperti jenis laki-laki dan perempuan, kawin, ada yang baik dan buruk, tetapi mereka berbeda karena tidak terlihat.

Allah memerintahkan mereka untuk mendengarkan Nabi Muhammad membaca Alquran dengan tekun. Maka berangkatlah mereka untuk mendengarkan ayat-ayat Alquran. Mereka atau salah seorang dari mereka itu berkata, “Diam kamu! Dengarkan dengan tekun, siapkan dirimu apa makna yang dikandung (Alquran).”

Setelah selesai mendengarkan ayat-ayat Alquran, mereka kembali pada kaumnya untuk memberi peringatan. Mereka berkata, “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan ayat-ayat dari kitab sesudah kitab (Alquran) yang diturunkan sesudah Nabi Musa.”

Mereka melanjutkan bahwa kitab itu membenarkan apa yang datang sebelumnya dan memberi petunjuk kepada kebenaran serta kepada jalan yag lurus. Pada ayat berikutnya disebutkan jin berkata pada kaumnya, “Wahai kaum kami, terimalah orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih”

Ayat 32 menggambarkan seruan jin yang berdakwah pada kaumnya dengan menyebut keistimewaan Alquran. Kitab ini yang membawa kepada keselamatan dan dengan beriman terhindari dari segala yang berakibat negatif. Mereka mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa membantu kecuali Allah.

Allah menamakan Alquran sebagai Ruh. Manusia juga memiliki ruh yang menjadikan jasmani bergerak. Allah mengutus nabi untuk menyampaikan ruh untuk jiwa Anda. Apabila tidak memiliki itu, jiwa Anda mati. Sebaliknya jika memilikinya, hiduplah jiwa Anda.

Kesimpulan dari ayat ini, jin merupakan mahluk yang tersembunyi. Jin memiliki keangkuhan intelektual yang menolak ilmu pengetahuan yang disampaikan Alquran padahal sudah banyak bukti kebenaran Alquran. Kebenaran tidak hanya diukur laboratorium atau dibuktikan dengan eksperimen. Maka jangan pernah menolak atas nama ilmu walaupun belum terbukti. Kesimpulan kedua, jin merupakan makhluk halus yang berakal dan hidup bermasyarakat, juga dibebani kewajiban keagamaan. Di antara mereka ada yang taat dan durhaka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan ilmunya mencangkup rincian segala sesuatu karena-Nya menciptakan alam semesta dengan segala wujud yang ada dalam Alquran. (Fer/H-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Lebaran di Rumah, Selamatkan Umat

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 22 Mei 2020, 04:45 WIB
Merayakan Idul Fitri di rumah sesuai dengan prinsip ajaran Islam untuk menjauhi kemudaratan dan membangun kemaslahatan...
MI/Seno

Allah Lebih Dekat daripada Urat Nadi

👤Quraish Shihab 🕔Rabu 20 Mei 2020, 04:15 WIB
‘DAN sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya...
MI/Pius Erlangga

Bermuhasabah di Akhir Ramadan

👤Atikah Ismah Winahyu 🕔Rabu 20 Mei 2020, 03:55 WIB
TIDAK terasa kita telah memasuki akhir bulan Ramadan 1441 H yang penuh...

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 26 Nov 2020 / Ramadan 1441 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More