Kamis 07 Mei 2020, 23:56 WIB

Pandemi Covid-19 Berpeluang Ciptakan Krisis Politik

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Pandemi Covid-19 Berpeluang Ciptakan Krisis Politik

AFP/Adek Berry
Mural peringatan soal covid-19

 

DAMPAK negatif ekonomi dan sosial yang terasa akibat pandemi covid-19 berpotensi menimbulkan krisis politik, terutama soal kepercayaan publik kepada pemerintah. Oleh sebab itu, pemerintah dituntut untuk sukses menangani dampak sosial hingga ekonomi yang diakibatkan oleh covid-19.

"Kemungkinan terjadinya politik yang tidak stabil bisa saja. Solusinya pemerintah harus sukses salurkan stimulus ekonomi di tengah pandemi covid-19," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mohamad Toha dalam diskusi virtual yang diadakan oleh Ikatan Alumni Universitas Nasional Sebelas Maret (UNS), Rabu (6/5).

Toha menjelaskan, situasi krisis yang disebabkan oleh covid-19 rentan dipolitiasi oleh pihak-pihak yang bersebarangan dengan pemerintah. Dampak ekonomi yang buruk menurut Toha dapat menimbulkan kekacauan sosial akibat adanya kesenjangan sosial.

"Akan muncul kesenajngan, terutama di sektor informal karena mereka kesulitan memiliki pendapatan. Kalau situasi ini diramaikan maka tentu bisa jadi chaos politik," papar Toha yang juga menjabat sebagai anggota Komisi VI tersebut.

Baca juga : Presiden: Masih Fluktuatif, Masyarakat Perlu Tetap Disiplin

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Komisi I dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Kharis tidak menampik bahwa ketidaksiapan pemerintah menanganai pandemi covid-19 dapat dijadikan sebagai alasan menciptakan krisis politik kepada pemerintahan yang sedang berjalan. Namun menurutnya, hingga saat ini belum ada satu pihak pun yang melemparkan wacana tersebut di DPR.

"Memang betul berpotensi menjadi krisis politik tapi kami DI DPR tidak berpikiran untuk mencari celah seperti itu," jelasnya.

Menurut Abdul, yang paling utama saat ini untuk dilakukan ialah bersama-sama saling membantu bahu membahu dalam mengatasi pandemi covid-19. Kerjasama yang baik dari seluruh pihak diharapkan dapat mempercepat penuntasan pandemi covid-19 di Indonesia.

"Paling terpenting saat ini ialah bagaiamana bahu membahu keluar dari situasi pandemi secepat mungkin," ujarnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/Rommy Pujianto

Kasasi Perkara Bupati Cianjur Nonaktif Ditolak MA

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:47 WIB
Permohonan kasasi diajukan pada 23 Maret 2020 itu diputus oleh Hakim Agung Agus Yunianto, Leopold Luhut Hutagalung serta Surya Jaya pada 20...
Ilustrasi

Kasus Covid-19 Belum Turun, Pilkada Desember Perlu Dikaji Ulang

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 28 Mei 2020, 22:16 WIB
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) pun mendorong semua pihak mengkaji ulang keputusan itu supaya tidak mengorbankan...
Ilustrasi

Kejagung Periksa 48 Saksi Kasus Hibah KONI

👤Siti Yona Hukmana 🕔Kamis 28 Mei 2020, 21:43 WIB
Kejagung memeriksa 48 saksi dari unsur pejabat dan staf Koni pusat. Pemeriksaan terkait kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya