Jumat 08 Mei 2020, 01:15 WIB

Sebaran Covid-19 kian Melambat

Sebaran Covid-19 kian Melambat

ANTARA

 

SEBARAN pasien positif covid-19 (virus korona) menurun di Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor optimistis grafiknya akan terus  menggembirakan sehingga memutuskan RSUD setempat membuka kembali layanan medis bagi pasien non-covid-19.

Sebelumnya, RSUD Kota Bogor tertutup bagi penderita penyakit lain, kecuali co vid-19, hemodialisis, kanker kronis yang tidak boleh putus obat, serta gawat darurat. Apalagi, rapid test terhadap 51 tenaga kesehatan dan penunjangnya sempat menunjukkan hasil reaktif positif sehingga manajemen memutuskan RSUD Kota Bogor tertutup bagi pasien non-covid-19 terhitung 22 Ap ril. Belakangan hasil swab menyatakan semua tim medis negatif covid-19.

“Setelah sempat mengurangi layanan rawat jalan dan rawat inap bagi pasien nonco vid, RSUD Kota Bogor sudah dibuka kembali bagi umum. Pertimbangan dibuka ke mba li karena adanya kondisi perlambatan pasien positif covid-19,” cetus Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, kemarin.

Sebagai gambaran, kapasitas 120 tempat tidur yang disiapkan khusus covid-19 kini hanya terisi 34 di blok 3, termasuk delapan ruangan isolasi yang dilengkapi ventilator.

“Mudah-mudahan dengan penerapan PSBB secara lebih ketat, kita mampu menurunkan potensi penyebaran virus ini di Kota Bogor,” imbuhnya.

Data Satuan Tugas Siaga Covid-19 Kota Bogor menunjukkan sejak 30 April pasien yang sembuh dari covid-19 terus bertambah hingga kemarin. Jubir Siaga Korona Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menjelaskan pada 1-3 Mei tercatat dari 88 pasien positif covid-19 dinyatakan sembuh 13 orang.

“Kondisi sama pada 5 dan 6 Mei. Penderita sempat naik menjadi 91 dan 14 orang dinyatakan sembuh,” ujarnya. 

Suasana menggembirakan juga diperoleh dari Dinas Kesehatan DKI. “Hari ini sembuh lima lagi. Jadi, per 7 Mei sudah 718 orang dinyatakan sembuh dari total 4.775 kasus positif,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Tatri Lestari.

Dari jumlah 4.775 kasus positif, pasien yang meninggal tercatat 430 orang. Saat ini 2.199 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 1.428 lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah.

Meski data resmi menunjukkan 430 yang meninggal karena positif covid-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, saja sudah 750 orang dimakamkan secara protokol covid-19. Hal itu terjadi karena sebagian meninggal saat masih berstatus orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan sehingga belum dipastikan kematiannya karena virus korona atau bukan.

Pemantauan di TPU Pondok Ranggon sebagai salah satu lokasi khusus permakaman korban virus korona di blok AA-1 seluas 1.050 meter terhitung Rabu (6/5) sudah penuh diisi 750 orang. Permakaman jenazah baru menempati lahan baru yang luasnya 1.050 berjarak 300
meter dari blok AA-1. (DD/Ins/KG/J-2)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Berantas Kejahatan Jalanan, 3 Polantas Dapat Penghargaan Kapolda

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 12:00 WIB
“Mereka dininilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan, dengan harapan bahwa penghargaan tersebut dapat...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Alasan Anies Lebih Pilih Masa Transisi Daripada 'New Normal'

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 11:45 WIB
Anies memilih frasa dan konsep masa transisi menuju kehidupan aman, sehat, dan produktif karena lebih mudah dipahami...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Bakal Buka, Ancol Terapkan Pembelian Tiket secara Daring

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 11:15 WIB
Manager Corporate Communcation PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Rika Lestari menuturkan, untuk menghindari penularan Covid-19,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya