Kamis 07 Mei 2020, 21:40 WIB

813 Ton Beras Bagi Warga Terdampak Covid-19 Terus Didistribusikan

Yose Hendra | Nusantara
813 Ton Beras Bagi Warga Terdampak Covid-19 Terus Didistribusikan

MI/Benny
Stock beras

 

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mendistribusikan bantuan beras bagi masyarakat terdampak covid-19.

"Awalnya beberapa hari lalu kita sudah salurkan 100 ton beras yang dibagi 20 kilogram (kg) per KK (Kepala Keluarga) kepada masyarakat di beberapa nagari, dan selanjutnya akan terus dilaksanakan pendistribusian sampai tuntas ke 75 nagari dengan total 812 ton untuk 40.600 KK," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar Yuhardi, Kamis (7/5).

Yuhardi mengungkapkan masyarakat yang memperoleh bantuan beras 20 kg/KK ini merupakan masyarakat yang terdampak covid-19.

"Bantuan beras ini tidak bagi masyarakat yang telah memperoleh bantuan program PKH dan Program Sembako, namun masyarakat yang memperoleh adalah yang penghasilannya terdampak karena kebijakan dalam penanganan covid-19. Misalnya pedagang sekitar sekolah yang tidak bisa berjualan karena siswa libur, pedagang sekitar masjid, tukang ojek dan beberapa profesi lainnya," katanya.

Karena itu, Yuhardi berharap, bantuan beras sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Pendataan sesuai kriteria yang telah disampaikan dan diserahkan kepada Wali Nagari dengan persetujuan perangkat nagari lainnya. Awalnya ditemukan 500-an data yang tidak layak karena di luar kriteria seperti PNS, perangkat nagari, dan profesi berpenghasilan tetap lainnya," jelas Yuhardi.

Setelah data diperbaiki, imbuh Yuhardi, akhirnya final 40.600 KK. "Namun, sesuai petunjuk kejaksaan, kalau di lapangan masih ditemukan masyarakat di luar kriteria, maka bisa dialihkan kepada masyarakat yang berhak dengan membuat berita acara," sambungnya.

Yuhardi menyebut jika masyarakat menerima beras dalam keadaan rusak, maka bisa ditukar dan diganti dengan kualitas
beras yang sama.

"Beras bantuan ini berkualitas medium, tapi sudah diuji layak tanak oleh instansi terkait. Apabila penerima bantuan menerima beras dalam keadaan rusak, yakni berubah warna menjadi hitam, merah ataupun menggumpal, segera lapor ke Wali Jorong dan Wali Nagari, sehingga bisa disampaikan ke Dinas Sosial untuk ditukar ke penyedia, yakni Bulog," ujar Yuhardi.

Terkait pelaksanaan distribusi yang direncanakan akan dilakukan packing oleh Pemerintah Nagari, Yuhardi menyampaikan setelah koordinasi dengan Sekretaris Forum Wali Nagari (Forwana) Tanah Datar, Wali Nagari se-Tanah Datar sepakat menerima beras dalam packing 20 kg.

"Sesuai masukan pimpinan DPRD untuk pelaksanaan packing atau pengemasan dilakukan pemerintah Nagari, setelah koordinasi dengan Wali Nagari Lima Kaum, dan ia juga sudah membahas di Forwana, maka Pengurus Forwana sepakat untuk packing dilakukan Bulog. Karena dalam packing tentu butuh waktu, tenaga, tempat dan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kecurangan, makanya saat ini beras sudah dalam berat 20 kg disampaikan ke Nagari," tukasnya.

Sementara itu, Forum Wali Nagari (Forwana) Tanah Datar melalui Sekretaris, Gusrial yang juga menjabat Wali Nagari Limo Kaum, menyampaikan setelah musyawarah dan rembuk bersama, pengurus sepakat untuk menerima bersih beras dalam kemasan 20 kg.

"Ada beberapa pertimbangan utama, kami keberatan untuk packing atau mengemas beras bantuan ini di nagari, yaitu kuantitas beras relatif banyak. Bisa mencapai 20 ton, sehingga butuh gudang besar yang tentunya juga membutuhkan pengamanan ekstra," ujarnya.

Baca juga: Plt Wali Kota Medan Minta Warga Usir Orang Tak Bermasker

Selain itu, menurut Gusrial, terkadang beras awal tidak sesuai beratnya dari seharusnya. Misalnya 50 kg kurang menjadi 49 kg disebabkan kebocoran karung atau hal lain. Tentunya nanti akan berdampak terhadap berat beras ke masyarakat kita, kalau ini terjadi tentu masalah baru ke mana kekurangan beras itu akan kami cari," ujarnya.

Kesepakatan pengurus Forwana, imbuhnya, sudah disampaikan di grup Forwana dan tidak ada yang menyampaikan keberatan. "Jadi, dinas sosial dan Bulog akan mendistribusikan beras kemasan 20 kg," ungkap Gusrial.

Sedangkan pendistribusian beras pada Kamis (7/5/2020) sudah dilakukan ke Nagari Singgalang 100 KK, Pandai sikek (tambahan), III Koto 1.068 KK, Padang Magek 903 KK, Salimpaung 399 KK, Situmbuk 456 KK, Sumanik 829 KK,
Supayang 204 KK, Sungai Tarab 913 KK, dan Nagari Simpuruik 503 KK. (OL-14)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Kabupaten Aceh Jaya Memasuki Mulai Terapkan Kenormalan Baru

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Minggu 31 Mei 2020, 07:10 WIB
Darurat covid-19 di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, dinyatakan berakhir pada Sabtu (30/5). Artinya kawasan berjuluk Meureuhom Daya itu...
MI/Martinus Solo

ODP dan OTG di Kabupaten Raja Ampat Bertambah

👤Martinus Solo 🕔Minggu 31 Mei 2020, 06:25 WIB
Ada 10 ODP baru dan 3 OTG baru dari wilayah Puskesmas Waisai Kabupaten Raja...
DOK MI

Enam Kecamatan di Sukabumi Lanjutkan PSBB Parsial

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 31 Mei 2020, 03:10 WIB
Hasil evaluasi pelaksanaan PSBB parsial tahap kedua yang dilakukan Pemprov Jabar, Kabupaten Sukabumi masih dikategorikan sebagai zona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya