Kamis 07 Mei 2020, 20:47 WIB

Rombak Direksi, Bank NTT Fokus Perbaiki NPL

Palce Amalo | Nusantara
Rombak Direksi, Bank NTT Fokus Perbaiki NPL

MI/Palce Amalo
Gubernur NTT Viktor Laiskodat

 

BANK Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) kini fokus memperbaiki rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) yang tercatat sebesar 4%.

Komisaris Utama Bank NTT Juvenile Jodjana mengatakan NPL sebesar itu merupakan akumulasi dari 15 tahun terakhir. Kantor Bank NTT Cabang Surabaya, Jawa Timur, tercatat sebagai penyumbang NPL terbesar. "Lumayan,  mencapai dua digit," katanya kepada Media Indonesia, Kamis (7/5).

Karena itu, tugas utama pelaksana tugas (Plt) Direktur Umum (Dirut) Bank NTT hasil perombakan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar  Biasa, Rabu (6/5), kata Jodjana ialah menyelesaikan persoalan NPL. "Kalau NPL bisa direcover, semoga laba bersih meningkat," katanya.

Baca juga: Plt Wali Kota Medan Minta Warga Usir Orang Tak Bermasker

Saat ini, Bank NTT Cabang Surabaya dilarang melayani kredit, bahkan kantor cabang yang dulunya berukuran besar, telah dikecilkan. Sejumlah karyawan dirotasi, dirumahkan dan juga ada yang mengundurkan diri.

Bank NTT mengelar RUPS Tahunan Tahun Buku 2010 dan RUPS Luar Biasa Tahun Buku 2020 di Kupang sehari sebelumnya, memutuskan melakukan perombakan direksi untuk penyegaran sekaligus menciptakan tim kerja yang solid dan super untuk menyelesaikan

Adapun Izhak dipercaya untuk menempati jabatan baru sebagai Direktur Kepatuhan. Direktur Dana, Hary Alexander Riwu Kaho menjadi pelaksana  tugas (Plt) Direktur Utama merangkap Direktur Kredit.

Sedangkan Direktur Kredit Absalom Sine menjabat Direktur Dana. Posisi  dua direktur lainnya belum bergeser yakni Direktur Umum Yohanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu.

Namun, tambah Jodjana, posisi dua direktur itu akan dirotasi yakni Hilarius Minggu akan menjabat direktur umum dan Yohanes Landu Praing menjabat direktur kredit.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan perombakan direksi untuk membawa Bank NTT lebih hebat lagi. Apalagi, sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2024, besaran modal inti yang disyaratkan sebesar Rp3 triliun.

Saat ini, Bank NTT masih kekurangan sekitar Rp1,2 triliun. "NPL 4% itu tanda bahaya. Kita harus melakukan langkah-langkah agar NPL bisa turun dan tidak menggerus keuntungan di tahun yang akan datang," ujarnya. (X-15)

Baca Juga

Antara

Lima Hari Terakhir, Bantul Nihil Kasus Baru Korona

👤Ant 🕔Selasa 26 Mei 2020, 02:25 WIB
total kasus positif di Bantul berjumlah 56 orang, tidak ada perubahan data dibandingkan kasus positif yang tercatat pada 21, 22, 23, 24 Mei...
MI/Hijrah Ibrahim

Walikota Tidore Dirujuk ke RS Rujukan Covid-19 di Ternate

👤Hijarh Ibrahim Jakaria 🕔Senin 25 Mei 2020, 22:33 WIB
Dari pantauan Media Indonesia di Pelabuhan Resident Ternate, Walikota Tidore dirujuk menggnakan speed boat dengan dikawal sejumlah Tenaga...
Antara

Polisi Tak Bermasker Murka Saat Ditegur Petugas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Mei 2020, 20:50 WIB
Anggota Satlantas Polrestabes Bandung sudah diperiksa dan akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya