Kamis 07 Mei 2020, 20:40 WIB

Kepatuhan Terhadap PSBB di Kota Cirebon Masih Memprihatinkan

Nurul Hidayah | Nusantara
Kepatuhan Terhadap PSBB di Kota Cirebon Masih Memprihatinkan

Antara/Muhammad Adimaja
Razia pertokoan di kawasan Glodok Jakarta saat pemberlakuan PSBB

 

Tingkat kepatuhan terhadap pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon masih memprihatinkan. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, usai melakukan sidak ke sejumlah pusat perbelanjaan yang ada di Kota Cirebon.

"Hari ini saya melakukan sidak, dari pagi, ke seluruh pusat perbelanjaan yang ada di Kota Cirebon termasuk di salah satu pusat perbelanjaan besar di Kota Cirebon, sejumlah tenant seperti fashion, peralatan rumah tangga dan lainnya masih terlihat buka, Begitu pula dengan toko-toko. Masih buka," kata Azis, Kamis (7/5).

Azis mengakui tingkat kepatuhan terhadap pelaksanaan PSBB di hari kedua cukup memprihatinkan. "Ini membuat saya cukup prihatin," ungkap Azis.

Baca juga: Atraksi Royal Safari Garden Bisa Disaksikan Live Streaming

Oleh karena itu, hari ini dirinya langsung memberitahukan kepada pengelola toko dan pusat perbelanjaan bahwa sejak 6 Mei 2020 telah dilakukan PSBB di Kota Cirebon dan di seluruh Jawa Barat. Jadi, mereka diwajibkan untuk menutup sementara usaha mereka, selain toko atau tenant yang masuk pengecualian, yaitu menjual bahan pangan, apotek, dan restoran.

Khusus untuk restoran, imbuhnya, tidak boleh menyediakan kursi dan meja. Jadi, hanya boleh dibawa pulang.

"Mereka tadi sudah bersedia untuk menutup sementara, tapi besok akan saya kontrol kembali," ungkap Azis.

Jika besok masih buka, lanjutnya, maka akan dilakukan tutup paksa. "Kalau tetap tidak mau, maka aturan hukum yang berlaku akan diterapkan yaitu Undang-undang Karantina dengan ancaman hukuman satu tahun atau denda Rp100 juta.

Dijelaskan Azis, pelaksanaan PSBB ini sebenarnya bukan merupakan hal yang baru, karena sejumlah daerah sebelumnya telah melaksanakan PSBB

"PSBB ini penting untuk pencegahan covid-19. Bukan hanya pencegahan di Kota Cirebon, namun juga di Jawa Barat dan Indonesia secara luas.

Oleh karena itu, Azis meminta kesadaran dari setiap masyarakat Kota Cirebon untuk bisa mematuhi semua ketentuan yang
telah ditetapkan dalam pelaksanaan PSBB.

Manajer CSB mall, Adwin mengungkapkan jika tenant yang beroperasi di mall tersebut masih sekitar 68 persen dari sekitar 200 lebih tenant saat ini. "Mulai besok, semua akan ditutup. Hari ini kami mulai memberitahukan kepada seluruh tenant," tutur Adwin. (OL-14)

 

Baca Juga

Dok. Kemenko PMK

Muhadjir Puji Persiapan New Normal di KTM Kota Malang

👤Syarief Oebadiillah 🕔Rabu 03 Juni 2020, 23:49 WIB
Semangat gotong-royong yang ditunjukkan warga KTM Kelurahan tersebut telah mencerminkan upaya dalam menjalankan gerakan nasional revolusi...
MI/Tosiana

70 Taruna Akmil Ikuti Seleksi Penerbad

👤Tosiana 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:47 WIB
Sebanyak 70 orang taruna tingkat 1 Akademi Militer (Akmil) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengikuti seleksi untuk menjadi calon anggota...
Antara

New Normal, Pelindo 1 Kedepankan Layanan Berbasis Digital

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:41 WIB
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1, akan mengedepankan sistem layanan berbasis digital dalam implementasi skenario New...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya