Kamis 07 Mei 2020, 18:58 WIB

Hadapi Pandemi Covid-19, Gubernur Malut Perkuat Cadangan Pangan

mediaindonesia.com | Nusantara
Hadapi Pandemi Covid-19, Gubernur Malut Perkuat Cadangan Pangan

MI/Rommy Pujianto
Gubernur Maluku Utara (Malut), KH Abdul Gani Kasuba.

 

GUBERNUR Maluku Utara (Malut), KH Abdul Gani Kasuba, memprioritaskan perkuat cadangan pangan lokal guna menghadapi pandemi virus korona atau Covid-19 yang dikhawatirkan akan berlangsung lama. Oleh karena itu, ia belum memikirkan usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Kementerian Kesehatan.

"Saya pikirkan sekarang cari lahan-lahan yang bebas untuk tanam singkong dan pisang. Rencananya Senin besok (11/5) me-launching gerakan pencanangan pangan lokal dengan menanam pisang, singkong, dan tanaman jeni umbi-umbian lainnya di kebun yang berada di Sofifi," kata Abdul Gani seusai penyerahan APD di Ternate, Kamis (7/5).

Terkait hal tersebut, Abdul Gani telah perintahkan Kepala Dinas Pertanian Malut Rizal Ismail untuk mencari lahan kosong untuk dimanfaatkan guna menghasilkan pangan lokal.

Namun demikian, ia optimistis pandemi Covid-19 akan lebih cepat berakhir jika masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan sering mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan. "Jakarta yang begitu rumit untuk mampu menurunkan kasus Covid-19. Itu tentu karena masalah disiplin," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Malut Rizal Ismail menuturkan Gubernur Malut sengaja menjadikan lahannya sebagai percontohan agar bisa diikuti oleh kabupaten dan kota dan masyarakat yang memiliki lahan kosong. Program ini bukan proyek melainkan swadaya gubernur itu sendiri. 

"Pak Gubernur mengajak kepada kabupaten atau kota dan masyarakat jangan mengosongkan lahan. Kami pihak dinas hanya membantu meminjamkan mesin pengelola tanah pada lahan yang digunakan menanam pisang dan umbi-umbian," tuturnya.

Lebih lanjut Rizal menegaskan di masa pandemi Covid-19, cadangan pangan lokal ini perlu disiapkan. Apalagi mengingat masyarakat Malut dewasa ini lebih cenderung mengonsumsi nasi, sementara luas sawah di Malut hanya 13.500 hektare. 

"Lahan seluas itu jika produksi beras dua kali dalam setahun hanya mampu memenuhi kebutuhan, sementara petani sebagian belum bisa menanam dua tahun sekali karena terkendala irigasi. Makanya yang bisa tanam dua kali itu hanya sebagian. kita perlu bahan alternatif," tandasnya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengatakan sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam memperkuat cadangan pangan nasional terutama dari pinggiran, pihak mendukung penuh penguatan pangan di Provinsi Malut.

Di sisi lain, Kementan juga melakukan kebijakan intervensi daerah surplus untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah yang membutuhkan.

"Beberapa upaya intervensi yang dilakukan pemerintah, diantaranya mengalokasikan stok beras nasional dari daerah yang surplus ke daerah yang membutuhkan, serta berkoordinasi dengan Bulog untuk mendistribusikan stok beras," terang Suwandi. (OL-09)

Baca Juga

MI/Ferdinandus Rabu

BST Diperpanjang Sampai Desember, Kemajuan Desa Bisa Melambat

👤Ferdinandus Rabu 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 12:32 WIB
Rencana pemerintah memperpanjang bantuan sosial sampai Desember dikhawatirkan bisa mengganggu pembangunan...
MI/Dwi Apriani

Perwali PSBB Palembang Resmi Diubah

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 12:24 WIB
Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, ada beberapa poin yang aturan dalam Perwali direvisi sebab PSBB tahap kedua ini lebih...
MI/Gabriel Langga

Cak Imin Salurkan Sembako Untuk Warga Kurang Mampu di Sikka

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 11:46 WIB
Bantuan dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar langsung diperuntukan bagi warga kurang mampu yang ada di wilayah Kelurahan Wairotang,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya