Kamis 07 Mei 2020, 17:22 WIB

Presiden: Masih Fluktuatif, Masyarakat Perlu Tetap Disiplin

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
Presiden: Masih Fluktuatif, Masyarakat Perlu Tetap Disiplin

Sketsa. MI
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan pemerintah terus berupaya keras menangani Covid-19 dan berharap puncak pandemi akan segera menurun. Namun demikian, beberapa ahli mengatakan penurunan kasus tidak berarti langsung berlaku landai melainkan masih bisa fluktuatif. Karena itu, Jokowi meminta masyarakat tetap disiplin melakukan pembatasan sosial.

"Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, melalui video yang dirilis Sekretariat Presiden, Kamis (7/5).

Menurut Jokowi, Indonesia beruntung karena sejak awal pemerintah memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bukan karantina wilayah atau lockdown. Seperti diketahui, PSBB merupakan pembatasan kegiatan di tempat umum atau di fasilitas umum dalam bentuk pembatasan jumlah orang dan pengaturan jarak antarorang. Dengan PSBB, masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi dibatasi.

"Masyarakat juga harus sadar membatasi diri, tidak boleh berkumpul dalam skala besar. Saya melihat di beberapa daerah dari informasi yang saya terima, jalannya sepi tetapi di kampungnya masih berkerumun ramai, di kampungnya masih banyak yang bergerombol ramai. Padahal interaksi fisik itu harus dikurangi, harus jaga jarak, harus bermasker, harus sering cuci tangan sehabis kegiatan," jelas Jokowi.

Pembatasan sosial tersebut, imbuh Presiden, harus terus dilakukan untuk menghambat penyebaran covid-19. Meski begitu, Presiden juga ingin agar roda perekonomian tetap berjalan. Untuk itu, masyarakat masih bisa beraktivitas secara terbatas, tetapi harus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Sekali lagi ingin saya tegaskan, yang utama adalah ikuti dengan disiplin protokol kesehatan. Silakan beraktivitas secara terbatas, tetapi sekali lagi ikuti protokol kesehatan. Semua ini membutuhkan kedisiplinan kita semuanya, kedisiplinan warga, serta peran aparat yang bekerja secara tepat dan terukur," tandasnya.(OL-4)

Baca Juga

MI/ROMMY PUJIANTO

Meski Disomasi, Farid Gaban Tolak Cabut Kritik terhadap Teten

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 26 Mei 2020, 08:31 WIB
Dijelaskan Farid, kritik yang disampaikanya merupakan hak setiap warga negara terhadap pemerintahnya dalam hal ini Menteri...
Tangkapan layar Youtube Deddy Corbuzier

Siti Fadilah Diwawancarai Deddy, DitjenPas Mengaku Kecolongan

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 26 Mei 2020, 07:57 WIB
Terungkap melalui akun Youtube Deddy, mantan pesulap itu berhasil mewawancarai Siti Fadilah saat berobat jalan di RS Pusat Angkatan Darat...
MI/SUPARDJI RASBAN

Data DPT Diduga Bocor, KPU Diminta Audit Keamanan Sistem

👤Kautsar Bobi 🕔Selasa 26 Mei 2020, 07:15 WIB
Apabila peretas dapat mencuri data, ada kemungkinan dapat mengubah data. Karenanya, KPU harus lebih memperhatikan keamanan TI agar tidak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya