Kamis 07 Mei 2020, 16:24 WIB

Babel Siapkan Lima Skema Lindungi UMKM Saat Covid-19

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Babel Siapkan Lima Skema Lindungi UMKM Saat Covid-19

MI/Rendy Ferdiansyah
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan

 

GUBERNUR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan menyiapkan lima skema untuk melindungi dan pulihkan usaha mikro Kecil menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.

"Kami coba memberi semangat kepada pelaku UMKM di Babel. Ada lima skema yang akan dilakukan sebagai langkah perlindungan dan pemulihan UMKM di tengah pandemi Covid-19 ini," kata Gubernur Babel, Kamis (7/5).

Skema pertama, menurut Erzaldi, akan mengerahkan kekuatan yang ada dan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) belanja online melalui UMKM yang terdaftar di aplikasi atau sistem yang disediakan Pemprov Babel.

Sistem atau aplikasi tersebut ini akan terus disempurnakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel. "Sistem ini akan kita me-link-kan sehingga termonitor berapa banyak ASN yang berbelanja produk UMKM tersebut," ujar Erzaldi.

Hal ini dilakukan, menurut Erzaldi, karena ASN yang paling aman, mendapat gaji tetap, dan tidak mengalami pemecatan. Selain itu, pihaknya juga telah mendata berkenaan keberadaan UMKM.

Pendataan dilakukan secara resmi harus diterima online langsung oleh kementerian, diinput dari telepon genggam milik pelaku UMKM, kemudian isi data yang diminta, dan pelaku UMKM akan terdaftar di kartu prakerja. 

"Jangan beranggapan kartu ini sifatnya hanya sedikit bantuannya, namun melalui data ini sebagai langkah awal sebagai acuan pemerintah untuk mengambil langkah selanjutnya," ujar Erzaldi.

"Jika sudah terdaftar masuk sebagai kategori penerima bansos nontunai, sembako, subsidi listrik sedang dilakukan penjajakan dengan pihak PLN bagaimana treatment untuk pelaku UMKM ini, namun pintu utama pendataan online melalui kartu prakerja ini," tegasnya.

Apabila ditemukan kendala pendataan online, Erzaldi menegaskan pihaknya sudah menyiapkan tim teknologi informasi (IT) yang kerja 24 jam. Para relawan IT yang akan membantu memandu pengisian data online ini.

"Pemprov Babel juga sudah mengambil langkah pascapandemi Covid-19. Tetapi bukan berarti langkah ke depan tidak diperhatikan pihak Pemda Babel, karena UMKM adalah garda terdepan pergerakan ekonomi," jelasnya.

Langkah kedua, insentif pajak diberi ke UMKM dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar pertahun yakni menurunkan PPh final untuk UMKM dari 0,5% menjadi 0% selama enam bulan (April-September 2020). "Dengan adanya keringanan ini,  saya himbau agar tetap melapor, jangan dibiarkan tidak melapor," ungkapnya.

Skema ketiga yaitu relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi pelaku UMKM seperti kredit usaha rakyat (KUR), UMi, PNM (Permodalan Nasional Madani) Mekaar, LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir), dan lainya.  Apabila sudah terdata, khusus untuk relaksasi dan restrukturisasi ini, sehingga ada penundaan angsuran. 

"Jika ada yang tidak berhasil pihak bank tidak melayani sepenuh hati tolong diinformasikan, biar kita sampaikan kepada pihak bank, tapi tolong bagi UMKM yang sebelum pandemi tidak lancar membayar angsuran jangan dijadikan alasan untuk menerima keringanan," pungkasnya.

Skema keempat disebutkanya adalah perluasan pembiayaan modal kerja bagi Rp 23 juta UMKM yang belum terhubung dengan lembaga pembiayaan/perbankan.

Di sinilah bantuan pembiayaan pasca-Covid-19 dapat dilakukan. "Namun tetap ingat bahwa pintu pertama pendaftaran kartu prakerja harus masuk dulu meskipun ini langkah kecil, meskipun berada di masa pandemi namun kita harus tetap semangat dan jadi orang yang 'kawa' (mau)," jelasnya. 

Mang Din salah satu pelaku UMKM Babel, berharap agar pemerintah bisa menurunkan atau bahkan membebaskan biaya ongkos kirim (ongkir) bagi pembeli di luar kota Babel.

Mang Din berharap pembebasan ongkos kirim bagi pembeli.  "Alhamdullilah saat ini telah saya mendapat keringanan cicilan pembiayaan dari BRI yakni hanya membayar angsuran sebesar 50 ribu saja selama setahun."katanya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Erzaldi meminta stafnya untuk melakukan pengecekan mekanisme untuk menjajaki kerja sama terkait penggratisan ongkir produk UMKM ke pihak cargo hingga paket bisa gratis sampai ke kota pembeli produk UMKM ini.

Ibu Bella dari UMKM Batik Sepiak khas Belitong mengutarakan kendala yang dihadapi di antaranya sewa ruko pemerintah di KV Senang untuk menggelar produknya. 

Bella ingin di masa Covid-19 ini agar Pemkab Belitung bisa memberi keringanan, pihaknya sudah dua kali menyurati Pemkab Belitung namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

Menjawab hal itu,  Gubernur Erzaldi akan segera menyurati Bupati Belitung dan Belitung Timur, agar bisa memberikan solusi bagi pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. (RF/OL-09).

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Ramai Keluhan Soal Tes Swab, DPD RI Sumsel Buka Layanan Pengaduan

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 05 Juni 2020, 15:46 WIB
Pelayanan pengaduan bisa melalui tertulis dan diberikan ke Kantor DPD RI Sumsel ataupun pesan...
MI/Wibowo Sangkala

Ini Alasan Pemprov Banten Pindahkan RKUD ke BJB

👤Wibowo Sangkala 🕔Jumat 05 Juni 2020, 15:25 WIB
PEMINDAHAN rekening umum kas daerah (RKUD) Pemprov Banten dari Bank Banten ke Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) perlu dilakukan untuk...
MI/Hijrah Ibrahim

Ratusan Rumah di Pulau Moratai Terdampak Gempa 7,1 SR

👤Hijrah Ibrahim 🕔Jumat 05 Juni 2020, 14:50 WIB
GEMPA bumi berkekuatan 7,1 Skala Ricter (SR) yang mengguncang Maluku Utara Kamis (4/06), mengakibatkan ratusan Rumah di Kabupaten Pulau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya