Kamis 07 Mei 2020, 15:29 WIB

Tetap Mau Bepergian? Ini Dia Syaratnya

Nur Azizah | Humaniora
Tetap Mau Bepergian? Ini Dia Syaratnya

MI/Ramdani
Mudik...mudik...mudik.

 

BAGI warga yang hendak bepergian tidak akan dilarang jika telah memenuhi syarat yang ditentukan dalam Surat Edaran (SE) No 4 Tahun 2020 Tentang Kreteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam SE yang ditandatangani Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo disebutkan, pembatasan perjalanan dikecualikan bagi orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan penanganan covid-19. Begitu juga dengan pelayanan pertahanan, keamanan, ketertiban umum, kesehatan, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar dan fungsi ekonomi penting.

Kemudian warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia juga dikecualikan dari pembatasan perjalanan. Repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI, dan pelajar/mahasiswa yang berada di dalam negeri serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah juga dikecualikan.

Dalam surat edaran itu, aparatur sipil negara, TNI, dan Kepolisian wajib menunjukkan surat tugas yang ditandatangani oleh minimal pejabat setingkat eselon II. Sedangkan bagi pegawai BUMN, BUMD, satuan kerja, organisasi nonpemerintahan atau lembaga usaha harus menunjukkan surat tugas yang ditandatangani oleh direksi atau kepala kantor.

Baca juga :Terminal Bus AKAP di Jakarta Masih Belum Beroperasi

"Menunjukkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction atau rapid test atau Surat keterangan Sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/ puskesmas/klinik kesehatan," bunyi surat edaran tersebut, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2020.

Kemudian, bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh lurah atau kepala desa setempat. Selanjutnya, menunjukkan identitas diri dan melaporkan rencana perjalanan mulai dari jadwal keberangkatan, jadwal pada saat berada di daerah penugasan serta waktu kepulangan.

"Sedangkan persyaratan perjalanan bagi pasien wajib menunjukkan identitas diri, menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit, menunjukkan surat keterangan kematian almarhum/almarhumah serta menunjukkan hasil negatif Covid-19 19," isi surat tersebut.

Surat edaran ini ditandangani Doni pada Rabu, 6 Mei 2020. Surat berlaku sejak hari ditandatangani hingga 31 Mei 2020. (OL-2)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Gugus Tugas akan Beri Dukungan Penuh kepada Tiga Provinsi

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 04 Juni 2020, 16:00 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan memberikan dukungan penuh kepada tiga provinsi yang memiliki lonjakan kasus covid-19...
Antara

Doni Monardo Tegaskan Protokol Kesehatan Harga Mati

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 04 Juni 2020, 15:45 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Doni Monardo kembali menegaskan protokol kesehatan di masa kenormalan baru (new normal)...
Antara

Taujihat MUI Pastikan Larang Salat Jumat Dua Sif

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 04 Juni 2020, 15:43 WIB
"Orang Islam yang tidak dapat melaksanakan salat Jumat disebabkan suatu 'uzur syar'i hanya diwajibkan melaksanakan salat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya