Kamis 07 Mei 2020, 14:06 WIB

Psikolog: Pandemi Ciptakan Perilaku Baru Masyarakat

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Psikolog: Pandemi Ciptakan Perilaku Baru Masyarakat

MI/Andri Widiyanto
Mengantisipasi penyebaran covid-19, warga menjaga jarak fisik saat berbelanja.

 

PANDEMI virus korona (covid-19) menyebabkan perubahan perilaku masyarakat. Saat ini, masyarakat bersiap memasuki new normal life atau pola hidup normal baru akibat pandemi dalam dua bulan terakhir.

Ini merupakan tahapan resiliensi atau tahapan ketiga dari proses penerimaan masyarakat terhadap pandemi covid-19. Berikut, segala hal yang terjadi selama pandemi, seperti perubahan kebijakan hingga berbagi informasi.

“Sekarang sebenarnya kita sudah mulai masuk pada tahap resiliensi. Kita sudah mulai berpikir, merencanakan, lalu bertindak, step by step untuk resiliensi untuk menghadapi what’s the next?” ujar psikolog Ratih Ibrahim, saat dihubungi, Kamis (7/5).

Baca juga: Masyarakat Harus Selektif Pilih Informasi Saat Pandemi Covid-19

“Kita sudah beradaptasi. Jadi kita menemukan new normal. Oh ternyata work from home, kita harus menyesuaikan diri bekerja dari rumah,” imbuhnya.

Ratih menjelaskan setidaknya ada tiga tahapan perubahan perilaku masyarakat selama pandemi. Tahap pertama, social panic/kepanikan sosial di mana awalnya masyarakat tidak paham tentang covid-19.  Kemudian, masyarakat dikejutkan penyebaran virus yang masif dalam waktu singkat.

“Ketika kasus covid-19 muncul, karena masyarakat tidak mengerti, cuek saja. Lalu pemerintah juga seolah-olah menganggap enteng karena ini benar-benar virus baru. Tapi kemudian ternyata penyebarannya sangat masif, orang kaget,” pungkas Ratih.

Baca juga: Hindari Covid-19, Warga Diminta Jaga Jarak Fisik di Supermarket

“Maka dilakukan banyak intervensi. Bukan hanya intervensi mikro, tapi juga masuk ke makro. Lalu WHO menetapkan sebagai pandemi. Ketika dalam waktu kemudian booming bahwa ini bahaya banget. Itu menimbulkan social panic,” jelasnya.

Sosial panic berpengaruh pada perilaku masyarakat. Ada yang melakukan panic buying, bahkan menunjukkan indikasi gangguan kejiwaan. Namun ada juga yang terlihat tenang. “Ini yang dimaksud tahap satu, di mana orang tidak tahu, jadi tahu, lalu panic. Jadi mereka sangat gelisah, paranoid, rigid, kesejahteraan jiwanya terganggu. Perilakunya juga terganggu, ada banyak hal yang kemudian terganggu dan menjadi goncang,” tutur Ratih.

Pada tahap kedua, masyarakat mulai mampu beradaptasi dengan situasi, meski masih ada rasa cemas, sedih dan panik. Melalui berbagai informasi yang beredar, masyarakat mulai mengetahui langkah untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Seperti, rajin cuci tangan, physical distancing, hingga melakukan kegiatan di rumah saja.

Baca juga: Anies: Masyarakat Bisa Beli Produk Pangan dari Pedagang Pasar

“Tahap kedua sedihnya ada, cemasnya ada, paranoidnya ada, tapi level paniknya berkurang. Orang-orang mulai sadar dengan apa yang terjadi sama mereka. Terbukti, jumlah orang yang melakukan konseling mulai turun pada April dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkapnya.

Sedangkan tahap ketiga yang sekarang kita hadapi. Masyarakat sudah bersiap untuk menghadapi hal baru di masa mendatang. Bahkan, mulai bermunculan kesempatan baru di tengah pandemi covid-19.

“Orang-orang sangat kreatif. Mereka membuat sesuatu yang baru dari adanya pandemi. Penjual tanaman misalnya. Mereka bilang karena masyarakat pada di rumah, jadi banyak yang belanja tanaman. Ada sektor industri yang kemudian tumbuh. Jadi kita bicara tentang new normal,” tutupnya.(OL-11)

 

 

Baca Juga

Antara

Bertemu Jokowi, JK Bahas Soal PSBB DKI Jakarta

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:05 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo membahas pembatasan sosial...
Ilustrasi

New Normal, Perlu Perhatian Khusus untuk Perempuan

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:59 WIB
Komnas Perempuan mendorong integrasi berperspektif Hak Asasi Manusia (HAM) yang inklusif dan interseksional, dengan perhatian khusus...
Dok Universitas Indonesia.

Hadapi New Normal, UI Menjadi Mitra Kemenhub

👤Retno Hemawati 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:29 WIB
Ada kecenderungan perubahan kebijakan publik yang dilakukan pemerintah dari kebijakan yang berfokus pada pencegahan dan penularan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya