Kamis 07 Mei 2020, 12:46 WIB

Ratusan Polisi India Positif Terinfeksi Covid-19

Antara | Internasional
Ratusan Polisi India Positif Terinfeksi Covid-19

AFP/NOAH SEELAM
Personel polisi berpatroli di sebelah antrean warga di depan toko minuman keras di Secunderabad, kota kembar Hyderabad, Rabu (6/5).

 

RATUSAN  polisi India telah dites positif untuk virus korona (covid-19) dalam beberapa hari terakhir, yang meningkatkan kekhawatiran di lembaga yang dikenal acapkali menggunakan kekuatan berlebihan untuk memastikan penegakan karantina wilayah terbesar di dunia untuk menahan pandemi itu.

Sekitar 3 juta polisi bertugas untuk memastikan bahwa sebagian besar dari 1,3 miliar orang India tinggal di rumah. Tayangan televisi di awal krisis menunjukkan polisi memukuli pekerja migran ketika mereka mencoba naik bus kota untuk mencapai desa mereka dan mengabaikan aturan jarak sosial.

India telah dikunci sejak 25 Maret dan telah mengkonfirmasi hampir 50.000 kasus virus korona dan sekitar 1.694 kematian.

Seorang perwira senior di negara bagian barat Maharashtra mengatakan jumlah kasus meningkat hampir dua kali lipat di kepolisian setempat minggu lalu. Maharashtra, negara yang paling terdampak, telah melaporkan total 15.525 infeksi pada Selasa.

"Lebih dari 450 orang dari kepolisian negara sekarang dinyatakan positif dan empat meninggal karena virus," kata petugas itu, yang berbicara dengan syarat anonim.

Baca juga: Longgarkan Lockdown, Toko Minuman Keras Diserbu Pembeli di India

Ruang kontrol sedang disiapkan khusus untuk menangani masalah kesehatan yang dihadapi oleh polisi di Maharashtra, menurut menteri dalam negeri negara bagian itu, Anil Deshmukh.

Polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan pekerja migran yang menggelar protes di negara bagian Gujarat minggu ini dan memukuli ratusan orang yang mengantri di toko-toko minuman keras di New Delhi, bahkan ketika langkah-langkah pertama pelonggaran aturan karantina untuk menghidupkan kembali perekonomian diambil oleh negara.

Bulan lalu, para dokter harus 'memasang kembali' tangan seorang polisi yang terluka ketika diserang saat mencoba menegakkan aturan karantina di negara bagian utara Punjab.

Cuti Sakit

Enam perwira polisi senior di setidaknya enam negara bagian mengatakan lusinan polisi di wilayah hukum mereka meminta cuti sakit, takut kalau-kalau mereka akan terinfeksi.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri India mengatakan mereka mengetahui masalah ini dan memantau situasi.

"Patroli dan kontrol massa di daerah yang terkena dampak covid-19 menjadi lebih berbahaya daripada memerangi para penjahat," kata Salunkhe, seorang polisi Mumbai yang setuju untuk dikutip menggunakan nama belakangnya. "Setidaknya dalam kasus-kasus itu kita bisa melihat musuh."

Di Gujarat, negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi, setidaknya 155 petugas kepolisian dan beberapa personel paramiliter telah terinfeksi, menurut seorang pejabat senior.

Komisaris polisi kota utama negara bagian itu, Ahmedabad, mengatakan kepada Reuters bahwa 95 anggota polisi dan paramiliter telah dirawat di rumah sakit untuk kasus covid-19.

Baca juga: 4 WNA Asal India di Yogyakarta Positif Covid-19

Kota itu memerintahkan semua toko, kecuali yang menyediakan susu dan obat-obatan, untuk tutup mulai Rabu tengah malam hingga 15 Mei, menerapkan penguncian yang lebih ketat daripada yang diperintahkan oleh pemerintah pusat sejak 25 Maret, dalam upaya untuk mengendalikan lonjakan infeksi.

Ahmedabad menyumbang lebih dari dua pertiga kasus virus korona di Gujarat dan sekitar tiga perempat kematiannya, menurut data pemerintah.

Lima lagi perusahaan petugas paramiliter akan dikerahkan untuk lebih memperketat keamanan di zona penahanan di Ahmedabad, kata pejabat kepolisian tertinggi Gujarat. Tiga perusahaan sudah beroperasi, katanya.

Seorang pejabat senior kementerian dalam negeri federal mengatakan dia khawatir ribuan polisi lagi dapat terinfeksi dan menyebarkan virus di antara keluarga mereka di perumahan polisi. (A-2)

Baca Juga

Photo by Handout / PIB / AFP

Trump Undang India Untuk Hadiri KTT G7

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Juni 2020, 06:25 WIB
Akhir pekan lalu, Trump mengatakan bahwa ia menunda penyelenggaraan KTT G7 hingga September yang awalnya dijadwalkan pada akhir Juni. ...
MI/Ramdani

Protein Plasma Darah Covid-19 Bisa Prediksi Kondisi Pasien

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 06:10 WIB
Tiga protein yang berhasil dipetakan itu terhubung dengan interleukin IL-6, protein penyebab peradangan dan diyakini dapat jadi penanda...
AFP

Autopsi Sebut Floyd Tewas Dibunuh

👤MI 🕔Rabu 03 Juni 2020, 00:55 WIB
DUA dokter yang melakukan autopsi independen atas kematian George Floyd mengatakan pria tersebut meninggal karena sesak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya