Kamis 07 Mei 2020, 11:56 WIB

BI Siap Serap SBN Perbankan Rp700 Triliun

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BI Siap Serap SBN Perbankan Rp700 Triliun

MI/SUSANTO
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa pihaknya siap menyerap surat berharga negara (SBN) yang dimiliki perbankan senilai Rp700 triliun.

 

GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa pihaknya siap menyerap surat berharga negara (SBN) yang dimiliki perbankan senilai Rp700 triliun. 

Penyerapan ini akan dilakukan untuk mendukung program pemulihan ekonomi salah satunya terkait permasalahan restrukturisasi kredit.

Menurut Perry, ini merupakan bentuk operasi moneter BI dalam melakukan ekspansi melalui transaksi repo berjangka waktu tertentu dengan dasar SBN milik perbankan yang membutuhkan likuiditas.

"Tentu saja mereka kan membutuhkan dana likuiditas, bank bisa pakai SBN yang jumlahnya Rp700 triliun ini ke BI ada term repo, dan ini lebih dari cukup untuk restrukturisasi," ungkap Perry saat melakukan video conference, Rabu (6/5).

Dia pun menilai likuiditas Rp700 triliun itu jumlahnya lebih dari cukup untuk restrukturisasi kredit misalnya penundaan angsuran pokok dan bunga kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah selama enam bulan.

Ia menjelaskan likuiditas Rp700 triliun tersebut juga bisa digunakan untuk merestrukturisasi kredit korporasi atau BUMN jika masih mencukupi.

Baca juga: Wall Street Berakhir Bervariasi Tertekan Suramnya Data Ekonomi

Perlu diketahui menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 74 perbankan telah melakukan restrukturisasi kredit terhadap debitur yang terdampak pandemi covid-19. Restrukturisasi kredit perbankan hingga 24 April 2020 dikatakan sudah mencapai Rp207,2 triliun baik dari debitur UMKM dan non UMKM.

Sementara itu, jumlah debitur yang melakukan restrukturisasi itu mencapai 1,02 juta. Restrukturisasi UMKM telah mencapai Rp99,3 triliun dengan jumlah debitur 819.923 dan non UMKM mencapai Rp107,85 triliun dari 199.411 debitur.

Lebih lanjut, Perry mengatakan apabila likuiditas sebesar Rp700 triliun ini masih juga belum mencukupi untuk restrukturisasi, maka pemerintah akan menerbitkan SBN senilai Rp150 triliun untuk menutupi kekurangan dalam program pemulihan ekonomi.

"Tentu saja nanti kalau ada (program) pemulihan ekonomi, pemerintah akan menerbitkan SBN juga," sambungnya.

Meski begitu, pemulihan ekonomi untuk BUMN dan korporasi ini harus dihitung terkait jumlah dan skema restrukturisasi yang bisa diberikan.

“Kami juga masih menunggu program pemulihan ekonomi dari pemerintah dengan OJK untuk UMKM, detail seperti apa,” ujar Perry.

Dalam waktu dekat pemerintah akan mengumumkan program pemulihan ekonomi sebagai dampak dari wabah covid-19.

Sementara itu, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi BI akan tetap melakukan kebijakan pelonggaran melalui injeksi likuiditas (QE) yang hingga saat ini sudah digelontorkan sebesar Rp503,8 triliun.

“Kalau stimulus fiskal tambah jalan dan tambah cepat, Insya Allah ekonomi tambah bagus, yang kami sudah tambahkan likuiditas bisa mengalir kesana,” pungkasnya. (A-2)

Baca Juga

Dok BNI

Ini Strategi BNI Hadapi New Normal

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 26 Mei 2020, 21:35 WIB
Covid-19 memang telah menjadi sebuah peluang dan tantangan baru. Keberadaannya mempercepat era Revolusi Industri...
DOK KEMENTAN

Petani Bandung Dilatih Kembangkan Pangan Lokal dari Daun Singkong

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Mei 2020, 19:41 WIB
P4S Sawargi, Kabupaten Bandung, tengah membina petani masyarakat dan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) mengembangkan pangan lokal dari...
Antara/Raisan Al Farisi

Industri Makanan Rajai Sektor Manufaktur

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 26 Mei 2020, 19:32 WIB
Data BKPM menunjukkan nilai investasi industri makanan dalam lima tahun terakhir mencapai Rp 293,2 triliun, atau dengan persentase...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya