Kamis 07 Mei 2020, 11:40 WIB

Anies Ingkar Janji Soal Bansos

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Anies Ingkar Janji Soal Bansos

ANTARA /Hafidz Mubarak A
Warga membawa paket bantuan sosial dari pemerintah yang ia terima di kawasan Koja, Jakarta.

 

ADA perbedaan antara pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan penyaluran bantuan sosial (Bansos) di lapangan.

Dalam konferensi pers pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), 8 April lalu, Anies berjanji Pemprov DKI Jakarta akan menyalurkan bansos sebagai bantuan pangan pada warga, terutama warga kurang mampu dan rentan miskin yang ekonominya terdampak covid-19.

Bansos diberikan agar warga selama PSBB tidak perlu bekerja keluar rumah dan menjaga physical distancing.

Anies berjanji bansos diberikan tiap akhir pekan selama empat kali.

Baca juga: Pasar Jaya Cairkan Insentif Penyalur Bansos Rp5,5 Miliar

"Bantuan secara rutin diberikan tiap minggu dalam bentuk kebutuhan pokok. Sehingga masyarakat bisa lewati masa ini tanpa hadapi masalah yang terlalu besar," janji Anies pada saat itu.

Namun, nyatanya, bansos diberikan setiap dua pekan. Bansos pertama diberikan pada 9-25 April lalu bertepatan dengan PSBB tahap 1 yang berlangsung pada 10-23 April.

Sementara, bansos tahap 2 belum diumumkan jadwal pendistribusiannya.

Hal itu disampaikan Asisten Sekda Bidang Kesejahteraan Rakyat Catur Laswanto di sela rapat evaluasi bansos bersama Komisi E DPRD DKI, Rabu (6/5).

"Untuk bansos, kita salurkan dua minggu sekali," kata Catur yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta.

Bansos DKI nilainya Rp149 ribu per paket atau Rp600 ribu untuk keseluruhan.

Bila Pemprov DKI menjadwalkan penyaluran bansos dua pekan sekali, bansos DKI akan mencukupi kebutuhan warga hingga Juni mendatang.

Adapun, bansos dari pemerintah pusat nilainya mencapai Rp600 ribu per bulan atau Rp300 ribu per paket bansos. Bansos itu juga diberikan sampai dengan Juni.

Dalam kesempatan terpisah, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak menyayangkan perbedaan antara janji Anies kepada warga dengan implementasi di lapangan. Ia mengaku kecewa karena bansos diberikan sekali dalam dua pekan.

"Nilainya hanya Rp149 ribu. Itu tidak mencukupi untuk kebutuhan dua pekan. Padahal dampak PSBB dan covid ini sangat besar. Usaha tutup di mana-mana, warga tidak boleh juga cari uang," tukasnya.

Johnny yang berasal dari Fraksi PDIP itu menyebut Pemprov DKI tidak memiliki komitmen dan kemauan politik yang kuat dalam mengatasi dampak ekonomi pandemi terutama bagi rakyat kecil.

"Pemda DKI tidak punya kemauan politik dengan memberikan bansos yang paketnya Rp149 ribu yang tidak memberikan yang terbaik. Dan mereka tidak mempersiapkan pendanaan secara serius. Kenapa tidak serius? Karena bilangnya seminggu sekali tapi turunnya malah dua minggu sekali," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Adimaja

Permohonan SIKM Naik 17 Ribu, DKI: Banyak Warga Salah Paham

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:29 WIB
Benni menuturkan pihaknya masih menemukan banyak permohonan SIKM yang diajukan di luar ketentuan yang sudah ditetapkan dalam peraturan yang...
ANTARA/Wahyu Putro A

Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa di Jakart

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 03:55 WIB
Daerah yang patut diwaspadai terjadi hujan disertai petir/kilat dan angin kencang itu yakni Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kepulauan...
MI/Vicky Gustiawan

Ragunan Batasi Pengunjung 5.000 Orang per Hari Saat Normal Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:10 WIB
Mekanisme untuk mengatur batasan jumlah pengunjung ke Ragunan dilakukan dengan mewajibkan pengunjung mendaftar secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya