Kamis 07 Mei 2020, 10:32 WIB

Kemenlu Minta Klarifikasi Dubes Tiongkok Soal ABK WNI

Nur Aivanni | Internasional
Kemenlu Minta Klarifikasi Dubes Tiongkok Soal ABK WNI

ANTARA/Prasetyo Utomo
Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah

 

KEMENTERIAN Luar Negeri akan memanggil Duta Besar Tiongkok untuk membahas permasalahan yang dihadapi anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal ikan berbendera Tiongkok yang beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korea Selatan (Korsel), termasuk mengenai jenazah ABK Indonesia yang dilarung di laut.

"KBRI Beijing sudah menyampaikan nota diplomatik kepada Kemlu RRT untuk meminta klarifikasi mengenai kasus ini," kata Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah saat dikonfirmasi Media Indonesia, Kamis (7/5).

Kemlu Tiongkok, lanjutnya, menerangkan pelarungan jenazah sudah dilakukan sesuai praktik kelautan internasional demi menjaga kesehatan awak kapal lainnya.

"Kemlu akan mendalami lebih lanjut informasi ini," kata Faizasyah.

Baca juga: Menteri Edhy Tindak Lanjuti Nasib WNI di Kapal Nelayan Tiongkok

Sebelumnya, media Korsel MBC News melaporkan sejumlah ABK asal Indonesia yang bekerja di sebuah kapal nelayan milik Tiongkok mengalami perbudakan. Dalam laporannya, beberapa ABK asal Indonesia itu sakit dan meninggal. Jasad mereka kemudian dilarung di laut.

"Kemlu akan memanggil Dubes RRT untuk membahas lebih lanjut kasus ini," lanjut Faizasyah.

Ia pun menyampaikan bahwa KBRI Seoul sudah berkoordinasi dengan otoritas Korsel untuk memulangkan 11 awak kapal WNI pada 24 April 2020.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, sambungnya, telah berbicara dengan Dubes RI di Seoul untuk mendapatkan informasi dan memberikan arahan penanganan di lapangan.

"Juga dibahas rencana pemulangan 14 awak kapal lainnya dan 1 jenazah," katanya.

Kapal ikan berbendera Tiongkok, Long Xin 605 dan Tian Yu 8, yang beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korsel, membawa 46 awak kapal WNI dan 15 di antaranya berasal dari Kapal Long Xin 629.

Dari sejumlah awak kapal tersebut, dikatakan Faizasyah, tidak semuanya memutuskan pulang ke Tanah Air.

"Beberapa anak buah kapal memutuskan melanjutkan pelayaran," ucapnya.

Lebih lanjut, Faizasyah mengatakan KBRI Seoul juga sedang mengurus pemulangan jenazah satu awak kapal yang meninggal di Busan karena gangguan pernapasan.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Kemlu bersama K/L terkait sudah memanggil Manning Agency untuk memastikan hak-hak anak kapal dipenuhi. Kemlu juga sudah melakukan engagement kepada pihak keluarga.

"Dari informasi yang diperoleh asal KBRI Seoul, pihak agency yang merekrut anak kapal tersebut telah menyalurkan kompensasi kematian pada pihak keluarga," terangnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Ramdani

Protein Plasma Darah Covid-19 Bisa Prediksi Kondisi Pasien

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 06:10 WIB
Tiga protein yang berhasil dipetakan itu terhubung dengan interleukin IL-6, protein penyebab peradangan dan diyakini dapat jadi penanda...
AFP

Autopsi Sebut Floyd Tewas Dibunuh

👤MI 🕔Rabu 03 Juni 2020, 00:55 WIB
DUA dokter yang melakukan autopsi independen atas kematian George Floyd mengatakan pria tersebut meninggal karena sesak...
AFP

Amerika Latin Kewalahan Tangani Covid-19

👤MI 🕔Rabu 03 Juni 2020, 00:35 WIB
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) membahas sistem perawatan kesehatan di seluruh Amerika Latin berisiko akibat virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya