Kamis 07 Mei 2020, 05:26 WIB

Pengunjung Indogrosir Periode 24 Apri-5 Mei Wajib Rapid Test

Agus Utantoro | Nusantara
Pengunjung Indogrosir Periode 24 Apri-5 Mei Wajib Rapid Test

MI/Agus Utantoro
Petugas kesehatan Kabupaten Sleman melakukan rapid test terhadap karyawan Indogrosir.

 

PEMERINTAH Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar rapid test covid-19 bagi mereka yang berkunjung ke pusat perbelanjaan  Indogrosir Mlati, Jalan Yogyakarta- Magelang, Sleman pada kurun 25 April hingga 4 Mei. Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu (6/5/2020) mengatakan, rapid test massal  itu akan diselenggarakan di GOR Pangukan, Sleman 12-14 Mei mendatang. 

"Kami siapkan untuk 1.500 warga, atau rata-rata 500 orang per hari yang menjalani rapid test," kata Bupati, Rabu (5/7).

Dikatakan, rapi test massal ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil rapid test terhadap karyawan Indogrosir. Secara rinci Bupati menyebutkan sebanyak 57 karyawan Indogrosir saat ini dinyatakan reaktif. Banyaknya karyawan yang reaktif tersebut bermula dari 24 April lalu salah satu karyawan perbelanjaan tersebut yang terkonfirmasi positif terpapar virus korona. 

"Diketahui sebagai kasus 79. Sampai saat ini yang bersangkutan masih dirawat di RSPAU S Hardjolukito di Banguntapan, Bantul," katanya.

Setelah terdapat satu orang yang diketahui positif, lanjutnya, Pemkab Sleman menggelar rapid test untuk 10 karyawan Indogrosir yang memiliki riwayat kontak dengan kasus 79. Hasilnya, kata Bupati 5 orang dinyatakan reaktif, sehingga dilanjutkan dengan PCR. Namun hasilnya masih belum keluar.

"Tanggal 4 mei  kembali dilakukan rapid test terhadap 94 karyawan, 22 di antaranya reaktif. Sampai dengan saat ini belum melakukan swab," tambahnya.

Dengan hasil tersebut, ujarnya, Pemkab Sleman, hari Selasa kembali melakukan rapid test untuk 196 karyawan, hasilnya 30 orang dinyatakan reaktif. 

"Juga belum dilakukan uji swab, masih menunggu rumah sakit," katanya.

Sri Purnomo menambahkan, saat ini  Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi) Kabupaten  Sleman sedang membuat protokol penyeleksian peserta rapid test massal melalui aplikasi. 

"Dan peserta test mendaftar menggunakan aplikasi tersebut,"katanya.

Sementara, BPBD Kabupaten Sleman hari Rabu melakukan rapid test yang  diikuti para relawan terhadap relawan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengatakan rapid test ini diikuti 61 orang. 

baca juga: Ngotot Tarawih Berjamaah, Enam Orang di Sidoarjo Positif Korona

"Hasilnya semua nonreaktif," katanya.

Dengan hasil tersebut lanjutnya, berarti cukup melegakan dan dapat melanjutkan pengabdiannya di masyarakat. Ia berharap, para relawan ini tetap bersemangat dan tetap memperhatikan protokol kesehatan saat mereka bertugas. Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto menambahkan sekitar 10 hari mendatang mereka akan menjalani rapid test lagi untuk memastikan tetap nonreaktif. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Arnold

Mulai 5 Juni ASN Bali Kerja Kembali Dalam Kenormalan Baru

👤Ruta Suryana/Arnoldus Dhae 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:25 WIB
GUBERNUR Bali Wayan Koster menyampaian kebijakan soal sistem kerja pegawai aparatur sipil negara (ASN) dalam tatanan kenormalan baru. Mulai...
MI/Dwi Apriani

Kemenag Sumsel: Pengembalian Uang Pelunasan Haji Hanya 9 Hari

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:16 WIB
Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat ada 198.765 jemaah haji reguler yang melunasi Bipih...
MI/Cikwan Suwandi

Jalur Alternatif di Karawang Hindari Penyekatan di Tol Japek

👤Cikwan Suwandi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:10 WIB
DALAM sepekan terakhir Jalan Badami-Loji dipadati kendaraan umum dan pribadi menuju Bekasi dan Jakarta. Jalur ini menjadi primadona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya