Kamis 07 Mei 2020, 01:50 WIB

DPR MInta Pendidikan Vokasi Masuk Cetak Biru Pendidikan Nasional

Syarief Oebaidillah | Humaniora
DPR MInta Pendidikan Vokasi Masuk Cetak Biru Pendidikan Nasional

MI/M. Irfan
Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian

 

PANITIA Kerja (Panja) Pendidikan Vokasi Komisi X DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan eselon I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rapat tersebut membahas mengenai keadaan pendidikan vokasi di Indonesia, serta arah kebijakan dan program vokasi Kemendikbud kedepannya.

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Dirrektur jenderal Pendidikan Vokasi, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Kepala Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud.

Komisi X DPR mendorong Balitbangbuk Kemendikbud untuk melakukan penelitian khusus tentang vokasi, yang selanjutnya dijadikan dasar perumusan kebijakan. Kemendikbud juga didorong untuk memasukkan substansi pendidikan vokasi kedalam cetak biru pendidikan nasional.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian yang pada saat itu menjadi pemimpin rapat menyatakan, adanya dasar penelitian yang kuat sangat penting dalam proses perumusan kebijakan.

“Kita ingin semuanya evidence based. Begitu banyaknya penelitian yang telah dilakukan harus menjadi dasar penentuan pembangunan vokasi yang memang menjadi salah satu fokus utama Kemendikbud di periode ini. Mulai dari penentuan sektor prioritas, jumlah SMK yang akan dibangun, persebaran geografisnya, semua harus ada justifikasi dan argumennya,” kata Hetifah melalui keterangan tertulisnya hari ini.

Baca juga : Mahasiswa Indonesia Juara Kompetisi ICAEW SEA 100

Hetifah mengutarakan masuknya rencana pembangunan vokasi ke dalam cetak biru sangat penting, demi menjamin keberlangsungan rencana tersebut secara jangka panjang.

“Jika tidak ada grand designnya yang memiliki kekuatan hukum, ini sangat rentan untuk tidak berlanjut di periode selanjutnya jika menterinya berubah. Oleh karena itu kita harus sama-sama berkomitmen untuk ini, dan cetak biru tadi harus dibuat dengan benar-benar berkualitas baik,mempertimbangkan arah perkembangan zaman, dan berbasis data,”tegasnys

Hetifah yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar mengingatkan perlunya Kemendikbud untuk menerbitkan kebijakan khusus pendidikan vokasi selama masa pandemi ini.

“Karena masih belum adanya ketidakpastian kapan kita akan keluar dari masa pandemi ini, Kemendikbud harus menyiapkan skenario-skenario juga untuk anak SMK dan pendidikan vokasi lainnya. Karena rata-rata mereka belajar berbasis praktik, tidak hanya sekadar teori secara daring. Harus dipikirkan solusinya agar pembelajaran yang dilaksanakan tetap berkualitas.” pungkasnya.(OL-7)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Regina Safri

Anggito Bantah Pembatalan Haji Untuk Perkuat Rupiah

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 04 Juni 2020, 06:58 WIB
Anggito  menepis anggapan bahwa pernyataan skema penguatan rupiah dengan dana haji merupakan alasan pemerintah membatalkan...
ist

Badan POM Bagi Resep Pangan Aman

👤 (Fer/Ata/H-1) 🕔Kamis 04 Juni 2020, 06:30 WIB
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (POM) mengharapkan masyarakat dapat memahami pangan yang aman, bagaimana cara penyajiannya, distribusi,...
MI/Adam Dwi

Jemaah Ikhlas Menunggu Satu Tahun

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 04 Juni 2020, 05:16 WIB
Para jemaah haji dapat menarik kembali dana yang sudah disetorkan. Namun, jika ingin kembali berangkat ke Tanah Suci, mereka wajib...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya