Rabu 06 Mei 2020, 17:45 WIB

Nilai Bansos DKI Tahap Kedua Disesuaikan dengan Pusat

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Nilai Bansos DKI Tahap Kedua Disesuaikan dengan Pusat

Antara/Aprillio Akbar
Warga beraktivitas di perkampungan nelayan kawasan Muara Angke, Jakarta.

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menambah unsur protein dalam paket bantuan sosial (bansos) tahap kedua.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah, mengatakan bansos tahap kedua akan disesuaikan dengan bansos tahap kedua dari pemerintah pusat. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI.

"Kita mungkin sudah ada (rencana), tapi yang pasti ada yang perhitungan dari sisi proteinnya. Untuk tahap kedua, KPKP yang membuatkan perencanaan. Rasanya sudah ada analisanya. Tahap pertama kita memang paling penting makan dulu. Kedua ini sudah mulai kita benahi," papar Irmansyah di Gedung DPRD DKI, Rabu (6/5).

Baca juga: Penerima Bansos DKI Tahap Kedua Capai 2 Juta KK

Dari rapat koordinasi, pemerintah pusat diketahui akan memberikan bansos berupa beras dari Bulog sebesar 20 kilogram (kg). Pemprov DKI pun menyesuaikan isi bansos dengan kebijakan pemerintah pusat.

"Kalau dari pusat tahap tahap kedua beras dari Bulog sekitar 25 kg. Hanya beras setara dengan nilai Rp 300 ribu. Dari DKI akan melihat kemungkinan untuk melengkapi. Prinsipnya apa yang disampaikan Pak Gubernur adalah jangan sampai orang kelaparan," tegas Irmansyah.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 2 juta kepala keluarga (KK) penerima bansos tahap kedua. Data ini terdiri dari 1,19 juta KK penerima tahap pertama, kemudian ditambah dengan data penerima baru, yakni sekitar 700 ribu KK.

Baca juga: Ada PSBB, NasDem: Prioritaskan Bansos Untuk Warga Terdampak

Sebanyak 700 ribu KK terdiri dari unsur pengemudi ojek daring 470 ribu orang, pengemudi taksi 20 ribu orang, pelaku UKM sebanyak 10 ribu orang dan juga data warga Jawa Tengah sebanyak 10 ribu orang.

Golongan penerima bansos lainnya adalah nelayan, urban farming, ojek pangkalan, pengemudi bajaj, pengemudi angkutan kota, pekerja seni, pengemudi bus, penghasil pertanian, SLB dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

"Data ini akan kami cleansing lagi diajukan ke Kementerian Sosial, supaya benar-benar tepat orangnya dan membutuhkan," tukasnya.(OL-11)

 

 

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

Grand Indonesia Buka Lagi 8 Juni, Pengunjung Wajib Masker

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:17 WIB
Grand Indonesia bakal menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang ketat saat mal tersebut buka, Senin (8/6)...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

97% Lebih Laporan Pelanggaran PSBB Ditindak Satpol PP DKI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:08 WIB
Arifin menyebut laporan dari masyarakat tersebut bermacam-macam yang berkaitan dengan gangguan ketentraman sekitar selama...
MI/RAMDANI

TKD PNS DKI Jakarta Dipangkas 50%

👤Cindy Ang 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 06:16 WIB
Namun, aturan ini dikecualikan untuk mereka yang terlibat langsung dalam penanganan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya