Rabu 06 Mei 2020, 12:18 WIB

Rawan Tularkan Covid-19, Pemuda Harus Jadi Edukator

Ihfa Firdausya | Humaniora
Rawan Tularkan Covid-19, Pemuda Harus Jadi Edukator

ANTARA/Muhamad Ibnu Chazar
Warga mengayuh sepeda di Jalan Tuparev, Karawang, Jawa Barat, Selasa (5/5).

 

TIM Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr. Budi Santoso menyebut anak muda memiliki kerentanan dalam penyebaran covid-19. Pasalnya, anak muda yang terinfeksi covid-19 biasanya tidak menimbulkan gejala sehingga cenderung abai menjaga diri dan lingkungannya.

"Orang tanpa gejala (OTG) ini yang sering kita bilang sebagai silent killer. Banyak kaum muda salah persepsi bahwa sebenarnya mereka terkena tapi mengira misal hanya flu biasa, tidak merasa apa pun. Akhirnya mereka tidak bisa menjaga komunitasnya," ungkap dr. Budi dalam teleconference di Gedung BNPB, Rabu (6/5).

Di sini lah peran penting pemuda dalam berkontribusi untuk mengedukasi masyarakat luas.

"Yang paling memiliki peran yang sangat penting dalam memerangi covid-19 ini adalah pemberian edukasi. Pemberian edukasi itu bisa dilakukan oleh yang memiliki tenaga paling banyak yaitu kaum muda," ungkapnya.

Berbagai cara edukasi bisa dilakukan kaum muda. Antara lain membuat video edukasi di sela-sela kegiatan work from home.

"Contohnya, untuk menjaga higienitas bagaimana mencuci tangan, memakai masker. Kemudian untuk tidak berkumpul, edukasi untuk penyakitnya sendiri," kata dr. Budi.

"Itu akan sangat bermanfaat karena jika memang masyarakat pada akhirnya sudah teredukasi dengan baik, mengenali musuh mereka, maka kasus terinfeksi covid-19 akan berkurang. Itu akan mengurangi beban kerja teman-teman medis kita di lapangan," imbuhnya.

Baca juga: Laboratorium Tes Swab Covid-19 Unsyiah Aceh Diresmikan

Dr. Budi mencontohkan platform BLC (Bersatu Lawan Covid-19) yang dibuat para anak muda millenial.

"Itu adalah aplikasi yang menurut saya sangat berguna. Untuk kaum millenial ketika di rumah daripada tidak melakukan apapun, hanya main game, ayok kita coba download aplikasi yang lebih bermanfaat seperti BLC," jelasnya.

Melalui aplikasi itu, lanjutnya, masyarakat bisa melihat status perkembangan terakhir covid-19 di Indonesia. Selain itu, BLC juga bisa digunakan untuk mengecek tingkat kerawanan daerah masing-masing terkait kasus covid-19.

Ia juga bisa memberikan informasi kondisi kesehatan kita.

"Misalkan kalian merasa tidak enak badan, bisa mengecek kondisi badan melalui aplikasi tersebut," pungkasnya.

Aplikasi BLC bisa diunduh gratis di Playstore maupun AppStore. (A-2)

Baca Juga

Kementerian Agama/Tim Riset MI-NRC

Menag Restui Rumah Ibadah Dibuka Bersyarat

👤Aiw/J-1 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:33 WIB
Fachrul Razi menjelaskan, rumah ibadah yang diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjemaah ialah yang berada di kawasan atau...
ANTARA/DHEMAS REVIYANTO

Kemendikbud masih Menunggu Gugus Tugas

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:25 WIB
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar sekolah tidak dibuka setidaknya sampai Desember...
ANTARA/RENO ESNIR

102 Kabupaten/Kota Masuk Zona Hijau

👤Aiw/Ant/E-3 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:10 WIB
Kegiatan aman covid-19 itu juga diterapkan dengan setiap daerah harus memperhatikan ketentuan tes yang masif, tracing (pelacakan) yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya