Rabu 06 Mei 2020, 11:35 WIB

Mama Papua di Mimika Budidaya Tanaman Lokal di Pekarangan

Martinus Solo | Nusantara
Mama Papua di Mimika Budidaya Tanaman Lokal di Pekarangan

Istimewa
Mama Papua memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan kosong untuk budidaya tanaman lokal seperti keladi, petatas, di tengah wabah Covid-19.

 

PULUHAN mama Papua di Kampung Nawaripi, Distrik Wania memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan kosong untuk budidaya tanaman lokal seperti keladi, petatas, kacang tanah dan aneka sayuran. Tujuannya antisipasi ketersediaan pangan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua saat pandemi Covid-19.

Mereka bergabung pada KWT Kuncup yang merupakan kelompok wanita tani (KWT) binaan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (PTPHP) Mimika sejak 2018 untuk mengembangkan kegiatan kawasan rumah pangan lestari [KRPL] didampingi Juharti Marsiman, penyuluh THL-TBPP di Kabupaten Mimika.

Ketua KWT Kuncup, Maria Minung mengatakan kehadiran penyuluh pertanian sangat mendukung budidaya tanaman lokal lebih baik. Mulai olah tanah, olah tanam, menanam, memelihara hingga panen dan pasca panen untuk dikonsumsi maupun dijual ke pasar.

"Kami senang sekali ada penyuluh yang mendampingi. Tanaman lebih baik dan hasil panen pun bagus untuk dimakan atau dijual," kata Maria Minung, Rabu (6/5).

Penyuluh Juharti Marsiman mengakui semangat pantang menyerah mama-mama Papua di KWT Kuncup yang giat bertani, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Mereka mengatur jadwal dengan baik untuk memelihara tanaman dan berjualan ke pasar.

Baca Juga: Ko Di Kebun Saja, Gerakan Cintai Kebun Papua Barat

"Saya pun makin semangat mendampingi KWT Kuncup, terkadang saya pulang malam karena senang berada di tengah mereka," katanya.

Penyuluh pertanian pusat di Kementerian Pertanian RI, Siti Nurjanah selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian Provinsi Papua menyatakan hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang mendorong setiap rumah tangga mengembangkan KRPL di pekarangan rumah.

"Setiap rumah tangga dapat mengakses pangan secara mudah dan murah dari aset pribadi di pekarangan rumah. Kelebihan hasil produksi dapat dijual kepada tetangga atau dijual kepada pedagang di pasar tradisional," kata Mentan.

Sementara Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi mengingatkan petani dan penyuluh untuk mematuhi Protokol Kesehatan. "Kenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan sering cuci tangan pakai sabun untuk menangkal Corona."

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP) Leli Nuryati mengapresiasi dukungan penyuluh pertanian yang setia mendampingi petani di lapangan.

"Pangan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah krisis Covid-19," kata Leli Nuryati. (OL-13)

Baca Juga: Sehari, Pasien Covid-19 yang Keluar dari Wisma Atlet Ada 98 Orang

 

Baca Juga

Medcom

Satu Karyawan Positif Covid-19, Toserba di Ciamis Ditutup

👤Kristiadi 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 06:49 WIB
Salah satu karyawan perempuan berinisial R, 51, terkonfirmasi positif covid-19 dari hasil swab yang telah keluar dari Labkesda...
MI/Depi Iskandar

Anggota DPRD Bayuwangi Semprotkan Disinfektan di Zona Merah Covid

👤Usman Afandi 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 06:30 WIB
Dengan memakai alat pelindung diri lengkap, penyemprotan cairan disinfektan dilakukan di rumah-rumah warga, hingga tempat ramai yang kerap...
 ANTARA FOTO/FB Anggoro/ama

Bank BJB Layani Bayar PKB via Bukalapak dan Indomaret

👤(RO/N-1) 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:50 WIB
BANK BJB bekerja sama dengan Tim Pembina Samsat Kepulauan Riau (Kepri) mengembangkan inovasi cara pembayaran pajak tahunan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya