Rabu 06 Mei 2020, 05:50 WIB

Fikih Salat Berjemaah saat Wabah

Ihfa Firdausya | Ramadan
Fikih Salat Berjemaah saat Wabah

MI/RAMDANI
Selama pandemi Covid-19 tidak dilaksanakan salat tarawih di Masid Istiqlal, Jakarta.

Imbauan agar meniadakan salat berjemaah di masjid di tengah pandemi covid-19 telah sering disampaikan pemerintah dan para pemuka agama. Namun, sejumlah masjid masih menggelar salat berjemaah.

Hal tersebuh menjadi pembahasan Ustaz Muklis Abu Dzar dalam tausiah yang diadakan di Masjid Nursiah Daud Paloh, Jakarta, kemarin. Tausiah mengkaji tentang fikih ibadan di bulan suci Ramadan ketika terjadi wabah, termasuk hukum salat berjemaah di masjid saat terjadi wabah.

Ustaz Muklis mengemukakan hukum asal salat berjemaah adalah wajib. Ketika hukum ibadah itu wajib, barangsiapa yang meninggalkannya dia berdosa. “Bahkan Allah SWT memerintahkan Rasullullah untuk tetap mengajarkan salat berjemaah saat berperang,” jelasnya.

“Demikian pula Allah mengatakan, ‘Rukuklah kalian bersama orang-orang yang rukuk.’ Allah tidak hanya mengatakan rukuklah, tapi Allah katakan salatlah kalian bersama orang-orang yang salat,” lanjutnya.

Lalu bagaimana hukumnya salat berjemaah dengan kondisi pandemi sekarang? Ustaz Muklis menjelaskan, berdasarkan kitab serta perkataan para ulama, dikaitkan dengan dalil-dalil yang lain, salat berjemaah itu gugur apabila ada uzur (halangan).

Di antara uzur yang disebutkan antara lain turun hujan dan sakit. “Rasulullah SAW pernah mengalami sakit sehingga beliau tidak salat berjemaah dan menyuruh Abu Bakar untuk menjadi imam,” katanya.

“Termasuk yang menjadi uzur ialah kondisi saat ini. Yaitu rasa takut dan khawatir tersebarnya virus,” jelas Ustaz Muklis.

Menurutnya, ketika muncul dalam hati kita kekhawatiran jika salat berjemaah di masjid khawatir tertular, ini termasuk uzur yang diperbolehkan. Ia menambahkan, sejumlah dalil juga menyatakan keringanan.

Ketika Al-Mardawih mengatakan dalam kitabnya bahwa diberikan uzur untuk meninggalkan salat Jumat dan berjemaah karena sebab sakit, tidak ada perbedaan pendapat. “Demikian pula diberikan uzur artinya diperbolehkan untuk meninggalkan salat Jumat dan berjemaah karena khawatir tertular penyakit,” jelasnya.

Selain itu, keringanan untuk meninggalkan salat berjemaah di masjid dalam kondisi seperti ini diperkuat dengan dalil yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberikan banyak kemudahan. Kata Allah SWT, ‘Fattaqullaha mastatha’tum’, bertakwa lah kalian kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian. Rasulullah juga mengatakan innaddina yusrun, sesungguhnya Islam adalah agama yang mudah. Jangan dipersulit,” kata Ustaz Muklis.

Ustaz mengingatkan, Islam turun ke muka Bumi tiada lain untuk menjaga kemaslahatan hidup manusia. “Tidaklah Allah SWT memerintahkan suatu perbuatan melainkan di balik itu ada hikmah yang sangat besar. Tidaklah Allah SWT melarang suatu perbuatan melainkan di balik itu ada dampak buruk yang sangat besar,” jelasnya.

Berbeda dengan penderita covid-19 yang ikut salat berjemaah di masjid, bukan pahala lagi yang didapat. “Ini bentuk kemaksiatan, perbuatan dosa dan haram hukumnya. Rasulullah SAW menegaskan, La dharara wa laa dhirara, tidak boleh ia memudaratkan diri sendiri dan tidak boleh ia memudaratkan orang lain,” tuturnya. Jika memaksakan diri salat berjemaah di masjid, ia dapat menularkan penyakit itu kepada yang lain. “Membahayakan orang lain, itu termasuk bentuk kezaliman,” pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Lebaran di Rumah, Selamatkan Umat

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 22 Mei 2020, 04:45 WIB
Merayakan Idul Fitri di rumah sesuai dengan prinsip ajaran Islam untuk menjauhi kemudaratan dan membangun kemaslahatan...
MI/Seno

Allah Lebih Dekat daripada Urat Nadi

👤Quraish Shihab 🕔Rabu 20 Mei 2020, 04:15 WIB
‘DAN sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya...
MI/Pius Erlangga

Bermuhasabah di Akhir Ramadan

👤Atikah Ismah Winahyu 🕔Rabu 20 Mei 2020, 03:55 WIB
TIDAK terasa kita telah memasuki akhir bulan Ramadan 1441 H yang penuh...

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Rabu, 08 Jul 2020 / Ramadan 1441 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:20 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More