Rabu 06 Mei 2020, 01:00 WIB

Boy Rafli Ingin Perkuat Sinergisitas

Tru Subarkah | Politik dan Hukum
Boy Rafli Ingin Perkuat Sinergisitas

Antara
Boy Rafli Amar

 

SETELAH ditunjuk Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan langkah awalnya untuk memberantas terorisme di Indonesia. Menurunya, BNPT perlu mengoptimalkan sinergitas untuk mederadikalisasi para teroris serta menangani jaringan terorisme di Indonesia.

“Kami mensinergikan di antara kekuatan yang dimiliki negara, termasuk Polri dan TNI, unsur penegak hukum, serta yang tergabung dalam Criminal Justice System (CJS),” kata Boy kepada Media Indonesia, Selasa (5/4).

Selain itu, Boy juga akan mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga tokoh adat untuk bersinergi guna menangani masalah terorisme di Indonesia yang tak kunjung usai. Dalam mereduksi dampak radikalisme terhadap teror, Boy mengungkapkan faktor literasi dan edukasi kepada masyarakat harus lebih dimaksimalkan. “Caranya dengan memperkuat nilai-nilai luhur bangsa,” ujarnya.

Terkait pemberantasan terorisme di tanah air, Boy mengatakan akan berpedoman pada upaya penegakan hukum yang sudah terbangun selama ini.

“Didasarkan kepada hasil proses penyelidikan dan ataupun hasil penyelidikan yang telah dilakukan selama ini. Yang penting itu suatu proses hukum yang berkelanjutan,” tandasnya.

Ditanya mengenai peta terorisme di Indonesia saat ini, Boy belum dapat memperincinya. Namun ia berjanji akan menjabarkannya setelah resmi dilantik.

Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib mengatakan Boy memiliki kapasitas yang mumpuni sebagai Kepala BNPT. Hal tersebut dilandasi pengalaman Boy sebagai Kepala Divisi Humas Mabes Polri.

"Saya kira pendekatan beliau ke masyarakat itu baik, cara berbicara, pendekatan terhadap organisasi masyarakatnya baik," kata Ridlwan.

Oleh sebab itu, Ridlwan berharap kepemimpinan yang ramah dari Boy mampu menggandeng organisasi masyrakat dalam membantu tugas pemerintah melawan terorisme. "Jadi jangan sampai seolah-olah musuh teroris hanya BNPT," ujarnya.

--Ancaman terorisme saat pandemi--

Ridlwan mengatakan aksi terorisme tidak mengenal waktu, termasuk di tengah pandemi covid-19 saat ini. Buktinya, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror berhasil mengangkap lima terduga teroris pada akhir bulan April kemarin.

Satu terduga teroris berinisial AH ditangkap di Surabaya pada Kamis (23/4). Tiga hari berikutnya, giliran MH, salah seorang terduga teroris yang ditangkap di Sidoarjo. Serta tiga lainnya yang berinisial HS, AMA, dan Z ditangkap di Serang pada Senin (27/4).

Teranyar, Densus 88 kembali menangkap terduga teroris berinisial HG alias Iwan di Kalimantan Tengah pada Jumat (1/5). HG diduga akan melancarkan aksi teror bom di Masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang di Kabupaten Sruyan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adisaputra mengatakan bahwa berdasarkan hasil tes urine, HG positif mengonsumsi sabu.

"Menurut pengakuan pelaku bahwa perbuatan tersebut hanyalah iseng dan efek halusinasi penggunaan sabu dan tidak masuk ke dalam jaringan terorisme," kata Asep.

Ridlwan memamaparkan ada tiga sikap kelompok teroris selama pandemi covid-19. Pertama yang memahami bahwa virus korona baru tidak memilih calon korbannya, sehingga mereka cenderung menahan diri dan tidak melancarkan aksinya saat ini. Sikap kedua menganggap pandemi covid-19 adalah bagian dari ujian Allah.

"Sehingga buat mereka ini kesempatan untuk merekrut kader-kader baru dengan cara online. Jadi kelompok yang kedua memanfaatkan covid-19 dengan memasifkan perekrutan secara online," kata Ridlwan.

Sementara sikap ketiga meyakini bahwa pandemi covid-19 merupakan momentum yang tepat untuk melakukan serangan ke objek-objek vital seperti kedutaan besar negara asing maupun menyerang polisi. Mereka, sambung Ridlwan, menganggap polisi dan pemerintah lengah karena disibukkan dengan urusan covid-19.

"Bahkan mereka juga mulai memikirkan bagaimana caranya menyerang perusahaan-perusahaan yang banyak orang Chinanya, karena menganggap korona dari Wuhan. Jadi ini balas dendam mereka," pungkas Ridlwan. (OL-8).

Baca Juga

MI/Duta

Kapolri Naikkan Pangkat Polisi yang Tewas Diserang 'Fans' ISIS

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:15 WIB
Polisi berhasil melumpuhkan pelaku tak lama setelah insiden...
ANTARA FOTO/BPMI Setpres

Lawan Covid-19, Presiden: Indonesia Harus Tampil Sebagai Pemenang

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:43 WIB
"Sebagai bangsa yang besar kita juga harus tampil sebagai pemenang. Kita harus optimistis, kita harus mampu menciptakan peluang di...
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Ketua MPR: Pengamalan Pancasila Andalan Indonesia Atasi Covid-19

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:25 WIB
Indonesia telah menunjukan kepada dunia bahwa ideologi Pancasila mampu menjadi senjata Indonesia menghadapi pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya