Rabu 06 Mei 2020, 04:25 WIB

Kemendikbud Siapkan SMK-D2 Fast Track

Ifa/H-1 | Humaniora
Kemendikbud Siapkan SMK-D2 Fast Track

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Patdono Suwignjo, Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud.

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan meluncurkan program SMK-D2 Fast Track. Lewat program ini, lulusan SMK tertentu bisa sekaligus mendapatkan ijazah diploma 2 (D-2).

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Patdono Suwigjno, tujuan dari program itu untuk meningkatkan minat siswa SMK melanjutkan ke pendidikan vokasi. Saat ini minat siswa melanjutkan studi vokasi masih rendah.

“Yang berminat menempuh pendidikan vokasi hanya 8%, itu pun kalau kita lihat lulusan SMK/SMA kalau masuk perguruan tinggi, masuk universitas dulu, kalau tidak diterima, baru masuk politeknik,” kata Patdono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, kemarin.

Program tersebut juga akan dikemas supaya siswa lebih tertarik melanjutkan pendidikan vokasi. Misalnya, dengan membuka kesempatan pendidikan vokasi di luar negeri.

“Ini akan kami perbaiki dengan jalan pendidikan vokasi menarik, seperti di Jerman, Swiss, dan Belanda. Pendidikan vokasi itu menjadi pilihan utama di jenjang pendidikan menengah dan tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan SMK harus memiliki kerja sama dengan politeknik untuk bisa mengikuti program ini. Itu karena hanya politeknik yang bisa menerbitkan ijazah diploma. Selain itu, harus ada juga kerja sama dengan industri.

Dalam rapat tersebut, anggota DPR RI meminta Kemendikbud memperkuat filosofi pendidikan vokasi. “Yang harus dibangun itu filosofi pendidikan vokasi itu sebagai panggilan profesi. Dan memilih profesi itu bukanlah hal buruk,” kata Anggota Komisi X DPR, Andreas Pereira.

Dengan adanya filosofi yang tepat, pelajar bisa paham dan tertarik mengikuti pendidikan vokasi. Jadi, anak muda masuk vokasi itu bukan karena tidak mampu masuk ke pendidikan lainnya.

Dia yakin nantinya lulusan vokasi menjadi harapan negara karena lebih awal membentuk sumber daya manusia (SDM). Menurut Andreas, jika kekuat­an vokasi membaik, kemampuan Indonesia akan setara dengan negara maju. Selama ini, diskursus tentang pendidikan vokasi di Indonesia belum dilandasi pada pemahaman filosofinya yang baku. (Ifa/H-1)

Baca Juga

MI/PIUS ERLANGGA

2.562 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Wisma Atlet

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 11:17 WIB
Sejak 23 Maret hingga hari ini ada 4.227 pasien yang terdaftar menjalani perawatan penyakit menular...
AFP

WHO Lanjutkan Penggunaan Hirdroksiklorokuin untuk Obat Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 09:50 WIB
"Profil keamanan HCQ sudah lama diketahui, namun sebelum dilakukan randomisasi secara elektronik untuk menentukan obat mana yang akan...
MI/Ardi Teristi Hardi

Mulai 15 Juni, UGM Longgarkan Pembatasan Maksimal di Kampus

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 08:52 WIB
Rektor UGM Panut Mulyono menyampaikan, untuk menuju tatanan kenormalan baru, pelonggaran pembatasan maksimal kegiatan di kampus UGM akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya